Destry Damayanti Resmi Jadi Plt Gubernur BI Usai Perry Warjiyo Mundur
JAKARTA — Destry Damayanti resmi ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri secara mendadak. Keputusan ini diambil dalam Rapa...
JAKARTA — Destry Damayanti resmi ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri secara mendadak. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar dalam hitungan jam setelah surat pengunduran diri Perry diterima.
Rapat Darurat Tentukan Arah Kepemimpinan
Dewan Gubernur BI bergerak cepat merespons kekosongan posisi puncak. RDG yang bersifat tertutup itu menghasilkan keputusan bulat: Destry Damayanti, yang selama ini menjabat Deputi Gubernur Senior, langsung mengisi kursi Plt Gubernur. Penetapan ini berlaku efektif segera, tanpa masa transisi panjang, demi menjaga stabilitas institusi di tengah tekanan ekonomi global.
Belum ada pernyataan resmi mengenai alasan mundurnya Perry Warjiyo. Namun, sejumlah sumber internal menyebut pengunduran diri itu murni keputusan pribadi dan tidak terkait masalah kebijakan moneter atau tekanan politik.
Siapa Destry Damayanti?
Destry bukan nama baru di lingkaran bank sentral. Berikut fakta kunci perjalanan kariernya:
- Deputi Gubernur Senior BI sejak 2020, membawahi kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan.
- Mantan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015–2020.
- Ekonom senior dengan pengalaman internasional di Bank Dunia dan IMF.
- Doktor ekonomi lulusan University of Melbourne, Australia.
- Perempuan pertama yang menduduki posisi Deputi Gubernur Senior BI.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di sektor keuangan, Destry dianggap mampu menjaga kendali sementara hingga presiden mengajukan calon Gubernur definitif ke DPR.
Status dan Tugas Plt Gubernur
Sebagai Plt, Destry memegang kewenangan penuh Gubernur BI, termasuk memimpin RDG, menetapkan suku bunga acuan, dan mengambil keputusan strategis lainnya. Namun, jabatan ini bersifat sementara. Undang-Undang Bank Indonesia mengamanatkan pengisian jabatan definitif melalui proses fit and proper test di parlemen.
Pengamat menilai langkah Dewan Gubernur tepat. “Menunjuk internal senior adalah opsi paling minim guncangan. Destry memahami peta persoalan BI secara menyeluruh,” ujar ekonom senior Anton Hermawan kepada media. Meski begitu, pasar akan mencermati respons Destry terhadap inflasi dan nilai tukar rupiah yang masih bergejolak.
Kronologi Singkat
Info yang dihimpun menyebutkan Perry Warjiyo menyampaikan surat pengunduran diri pada pagi hari. Selang beberapa jam, RDG digelar secara hibrida. Keputusan penunjukan Destry langsung diumumkan kepada publik melalui siaran pers BI. Tidak ada spekulasi liar yang sempat mencuat karena kecepatan respons institusi.
Respons Pasar dan Prospek Kebijakan
Pasar uang dan obligasi diprediksi tidak akan bereaksi negatif berlebihan. Destry dikenal konsisten dengan stance kebijakan yang sejalan dengan Perry, terutama dalam menjaga stabilitas rupiah dan pengendalian inflasi. “Tidak akan ada perubahan drastis dalam arah kebijakan moneter,” tulis analis Mandiri Sekuritas dalam catatan pagi ini.
Namun, ketidakpastian tetap mengintai. Proses pencarian Gubernur definitif bisa memakan waktu hingga satu bulan. Jika terjadi perbedaan pandangan antara Destry dan Dewan Gubernur lainnya, proses pengambilan keputusan berpotensi melambat.
UPDATE 15.30 WIB: Destry dijadwalkan memberikan konferensi pers perdananya sebagai Plt Gubernur BI sore ini. Publik dan pelaku pasar menanti sinyal kebijakan pertama dari orang nomor satu sementara di bank sentral.
Comments (0)