Deposit Batubara Aktif Diduga Picu Karhutla dan Kabut Asap Tarakan
BREAKING — Dugaan mengejutkan mencuat dari Tarakan: batu bara aktif di bawah permukaan tanah diduga ikut memicu kebakaran hutan dan lahan serta bencana kabut asap yang melumpuhkan kota.Dinas Lingkun...
BREAKING — Dugaan mengejutkan mencuat dari Tarakan: batu bara aktif di bawah permukaan tanah diduga ikut memicu kebakaran hutan dan lahan serta bencana kabut asap yang melumpuhkan kota.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan mengarahkan penyelidikan ke lapisan batu bara bawah tanah yang masih menyala aktif.
Hipotesis ini muncul setelah titik api tidak kunjung padam meski permukaan tanah sudah diguyur air berulang kali.
Petugas lapangan mendapati asap keluar dari celah tanah kosong yang tidak ditumbuhi vegetasi terbakar.
Api dari Dalam Tanah
Kebakaran ini dinilai berbeda dari karhutla biasa yang bersumber dari semak atau lahan kering.
Sumber panas diduga berada jauh di bawah permukaan dan sulit dijangkau air dari atas.
- Deposit aktif: batu bara menyala perlahan di dalam tanah tanpa terlihat jelas di permukaan.
- Asap menahun: kepulan asap muncul dari retakan tanah, bukan dari tumbuhan terbakar.
- Sulit padam: penyiraman permukaan tidak menjangkau sumber panas di kedalaman.
- Bau belerang: warga melaporkan aroma khas dan panas menyengat dari permukaan tanah.
- Kabut tebal: asap menyelimuti permukiman dan mengganggu aktivitas serta pernapasan warga.
Saksi mata menuturkan asap putih tebal mengepul dari lubang kecil di tanah pada pagi dan malam hari.
Sejumlah warga mengaku merasakan permukaan tanah menghangat di beberapa titik sekitar permukiman.
Fenomena ini memperkuat dugaan bahwa api bawah tanah menjadi pemicu utama kabut asap berkepanjangan.
Status Siaga dan Evakuasi
Tim gabungan menaikkan status siaga darurat menyusul temuan awal di lapangan.
Pemantauan udara dan darat diperkuat untuk memetakan titik panas yang tersebar.
Petugas menyiapkan jalur evakuasi bagi permukiman yang berada dekat lokasi api bawah tanah.
Warga kelompok rentan seperti lansia, anak, dan penderita gangguan pernapasan diminta waspada.
Masker dan titik kumpul disiapkan di beberapa kelurahan yang terdampak kabut asap.
Langkah ini menyusul laporan gangguan pernapasan yang meningkat selama asap menebal.
Pos kesehatan siaga menerima warga yang mengalami iritasi mata dan sesak napas.
Perkembangan Penanganan
Penyelidikan kini difokuskan untuk memetakan sebaran lapisan batu bara aktif di bawah permukaan.
Data pemetaan akan menentukan metode pemadaman yang tepat sekaligus aman bagi petugas.
Penanganan api bawah tanah memerlukan teknik khusus yang berbeda dari pemadaman karhutla biasa.
Tim mengkaji opsi pembasahan berlapis dan pemantauan suhu tanah secara berkala.
Kepastian sumber api menjadi kunci untuk mencegah kebakaran berulang pada musim kering.
Warga diimbau segera melapor bila menemukan tanah panas atau asap keluar dari celah tanah.
Petugas membuka posko pengaduan dan pemantauan kualitas udara selama 24 jam.
Hasil pemetaan akan diumumkan kepada publik segera setelah selesai.
Imbauan kepada Warga
Warga diminta tidak mendekati titik api dan segera meninggalkan area berasap tebal.
Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan selama kabut asap belum mereda.
Laporkan setiap kepulan asap baru dari tanah kepada petugas terdekat.
Perkembangan terbaru akan disampaikan secara berkala kepada publik.
Comments (0)