Densus 88 dan Gegana Dikerahkan ke SD Jagakarsa usai Ancaman Bom
Sebuah ancaman serius mengguncang dunia pendidikan di Jakarta Selatan pagi ini. Laporan mengejutkan tentang dugaan keberadaan bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, langsung memicu respons mak...
Sebuah ancaman serius mengguncang dunia pendidikan di Jakarta Selatan pagi ini. Laporan mengejutkan tentang dugaan keberadaan bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, langsung memicu respons maksimal dari aparat keamanan. Unit penjinak bom Gegana dan Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) dikerahkan dalam hitungan menit setelah peringatan diterima.
Peristiwa ini terjadi tepat pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang seharusnya menjadi momen penuh semangat bagi para siswa baru. Kini, situasi berubah menjadi mencekam dengan kehadiran pasukan elit dan robot pendeteksi bom.
Kronologi Peringatan
Informasi dugaan teror bom mulai mencuat sekitar pukul 07.00 WIB saat aktivitas sekolah baru dimulai. Sumber kepolisian menyebut adanya laporan dari masyarakat yang mencurigai sebuah paket mencurigakan di area parkir sekolah. Meski belum terverifikasi, protokol keamanan langsung diaktifkan pada level tertinggi.
- Waktu kejadian: Senin pagi, 14 Juli 2025, hari pertama MPLS
- Lokasi: SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan
- Objek mencurigakan: Sebuah tas ransel terbengkalai di dekat gerbang
- Pihak pertama pelapor: Petugas keamanan sekolah
Respons Cepat Aparat
Tidak sampai 15 menit setelah laporan, personel Polsek Jagakarsa telah berada di lokasi. Mereka segera mengevakuasi seluruh siswa, guru, dan staf ke titik kumpul yang aman di luar radius bahaya. Tim Gegana dengan peralatan pelindung dan detektor khusus tiba bersamaan dengan unit Densus 88 untuk melakukan assesmen ancaman.
“Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun. Semua prosedur penanganan teror bom langsung diterapkan,” ujar seorang perwira di lokasi yang enggan disebut namanya. Area seluas 200 meter di sekitar sekolah disterilkan dan dijaga ketat.
Dampak dan Kepanikan Orang Tua
Begitu kabar menyebar, puluhan orang tua murid bergegas mendatangi sekolah. Beberapa di antaranya terlihat menangis histeris saat diminta menunggu di luar garis polisi. Pihak sekolah melalui pengeras suara terus mengimbau wali murid untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan pada aparat.
Kegiatan MPLS yang sedianya dijadwalkan dengan berbagai acara perkenalan langsung dibatalkan. Seluruh siswa kelas 1 hingga 6 dipulangkan lebih awal setelah melalui pendataan dan pendampingan psikologis singkat.
Penyisiran dan Status Terkini
Hingga pukul 09.30 WIB, tim Gegana masih melakukan penyisiran menyeluruh menggunakan peralatan sinar-X portabel dan unit K-9. Robot penjinak bom juga diterjunkan untuk memeriksa objek mencurigakan tanpa risiko pada personel. Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa belum ada temuan bahan peledak, namun penyelidikan terus diperdalam.
Densus 88 turut menyelidiki motif dan kemungkinan keterkaitan dengan jaringan tertentu. Polisi mengimbau masyarakat tidak menyebarkan spekulasi atau foto-foto yang dapat mengganggu proses investigasi. Situasi diharapkan kondusif kembali dalam beberapa jam ke depan.
Baca juga:
Comments (0)