Dekopin Puji Perhatian Prabowo ke Koperasi di Harkopnas 2026

BREAKING NEWS — Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) melontarkan apresiasi tinggi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memberi napas baru bagi gerakan koperasi nasional. Pernyataan ...

Jul 12, 2026 - 18:52
0 0
Dekopin Puji Perhatian Prabowo ke Koperasi di Harkopnas 2026

BREAKING NEWS — Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) melontarkan apresiasi tinggi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memberi napas baru bagi gerakan koperasi nasional. Pernyataan itu mencuat dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026 yang digelar beberapa jam lalu.

Sinyal Kebangkitan Koperasi

Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi menegaskan, perhatian yang diberikan pemerintahan saat ini belum pernah terjadi di era sebelumnya. Ia menyebut, baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, sektor koperasi mendapatkan porsi strategis dalam kebijakan ekonomi rakyat.

"Ini bukan sekadar seremoni tahunan," ujar Bambang di hadapan ribuan pelaku koperasi. "Ada instruksi langsung dari Presiden agar koperasi menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi nasional. Kami belum pernah melihat komitmen sekuat ini."

Sejumlah fakta kunci yang memperkuat pernyataan Dekopin:

  • Alokasi anggaran pembinaan koperasi naik 127 persen dibanding tahun sebelumnya.
  • Penerbitan Peraturan Presiden tentang Kemitraan Koperasi-BUM Desa yang diteken dua pekan lalu.
  • Pembentukan Satuan Tugas Koperasi Prioritas yang melibatkan 14 kementerian.
  • Target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus koperasi sebesar Rp24 triliun hingga akhir 2026.

Koperasi Masuk Arus Utama

Bambang menjelaskan, selama beberapa dekade koperasi kerap dipandang sebagai sektor pelengkap. Kini, dengan arahan Presiden Prabowo, koperasi didorong masuk ke sektor riil seperti pangan, energi terbarukan, dan industri kreatif.

"Ini adalah pergeseran paradigma. Bukan lagi koperasi simpan-pinjam kecil-kecilan, tetapi koperasi produsen yang terintegrasi dari hulu ke hilir," tegasnya. Ia merujuk pada proyek percontohan pabrik minyak sawit rakyat berbasis koperasi di Kalimantan Tengah yang akan groundbreaking pekan depan.

Data dari Kementerian Koperasi dan UKM yang dikutip di forum tersebut mencatat, jumlah koperasi aktif naik 18 persen dalam enam bulan pertama 2026. Kontribusi sektor koperasi terhadap produk domestik bruto ditargetkan menembus 6 persen pada 2027, naik dari posisi 4,7 persen di 2025.

Sementara itu, sejumlah provinsi mulai mereplikasi model Koperasi Multi Pihak yang digadang-gadang menjadi solusi disruptif bagi rantai pasok hasil bumi. Jawa Timur, misalnya, telah membentuk 27 koperasi tebu rakyat yang langsung bermitra dengan pabrik gula milik BUMN tanpa melalui tengkulak.

Langkah Konkret Ditunggu

Meski optimistis, Bambang mengingatkan agar gelombang perhatian ini tidak berhenti pada tataran regulasi. Ia mendesak percepatan realisasi program KUR koperasi yang masih tersendat di beberapa daerah akibat birokrasi perbankan.

"Kami mengapresiasi kebijakan Presiden, tapi kini bola ada di lapangan. Kami minta OJK dan perbankan nasional mempermudah akses tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian," katanya.

Forum Harkopnas 2026 juga menyepakati rencana aksi berupa pembentukan 500 koperasi modern di 100 kabupaten tertinggal sebelum akhir masa jabatan kabinet. Peta jalan ini akan diawasi langsung oleh Kantor Staf Presiden setiap triwulan.

Akhir pidatonya, Bambang menyampaikan salam khusus dari Presiden Prabowo yang menyebut koperasi sebagai "benteng ekonomi rakyat yang tak boleh goyah". Hadirin pun menyambut dengan tepuk tangan bergemuruh.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User