Dedi Mulyadi Kecam Minimnya CCTV di Lokasi Pembunuhan Satpam Jatiluhur
PURWAKARTA, MENIT LALU — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan kritik tajam kepada manajemen Perum Jasa Tirta II. Ia menyoroti nihilnya pengawasan kamera keamanan di titik vital Bendungan Jat...
PURWAKARTA, MENIT LALU — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan kritik tajam kepada manajemen Perum Jasa Tirta II. Ia menyoroti nihilnya pengawasan kamera keamanan di titik vital Bendungan Jatiluhur setelah seorang petugas satpam ditemukan tewas dengan kondisi tangan terborgol.
Detik-Detik Penemuan
Korban bernama Aris Munandar (45) pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya pada Senin dini hari. Tubuhnya mengambang di tepi waduk dengan luka lebam di beberapa bagian. Tangan korban masih terikat borgol plastik. Belum ada saksi mata yang melihat langsung kejadian nahas itu.
Tim Inafis Polres Purwakarta langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Mereka menyisir area seluas 200 meter persegi untuk mencari jejak pelaku. "Kami masih mengumpulkan bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi," ujar Kapolres Purwakarta AKBP Didik Priyo Sambodo dalam keterangan tertulis.
- Korban: Aris Munandar, petugas keamanan shift malam.
- Waktu kejadian: Diperkirakan antara pukul 01.00–03.00 WIB.
- Kondisi: Tewas dengan tangan terborgol, diduga ditenggelamkan.
- Lokasi: Area pos jaga dekat pintu air Bendungan Jatiluhur, Purwakarta.
Tidak Ada Rekaman CCTV
Fakta yang paling menyulut kemarahan Gubernur adalah kosongnya sistem pengawasan di sekitar lokasi kejadian. Manajemen bendungan tidak memasang satu pun kamera CCTV di titik rawan tersebut. Padahal, area itu merupakan akses langsung ke instalasi vital nasional.
"Bagaimana mungkin bendungan sebesar ini tidak dilengkapi pengawasan yang memadai? Ini kelalaian serius," tegas Dedi Mulyadi saat meninjau langsung TKP siang tadi. Ia memerintahkan audit menyeluruh terhadap seluruh prosedur keamanan di aset-aset strategis Jawa Barat.
- Nihil CCTV: Tidak ada kamera pengawas di radius 500 meter dari pos jaga.
- Respons Gubernur: Dedi Mulyadi menyebut kondisi ini "absurd dan tidak bisa ditoleransi".
- Instruksi langsung: Pemasangan CCTV 24 jam di seluruh perimeter bendungan dalam waktu 1x24 jam.
Tuntutan Transparansi
Keluarga korban mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas motif di balik pembunuhan sadis ini. Mereka juga meminta manajemen Perum Jasa Tirta II bertanggung jawab atas lemahnya perlindungan terhadap pekerjanya.
"Bapak saya hanya menjalankan tugas. Kami ingin keadilan," ujar Rina, putri sulung korban, sambil menahan tangis di depan kamar mayat RSUD Bayu Asih.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen Perum Jasa Tirta II belum memberikan pernyataan resmi. Sementara itu, patroli keamanan di seluruh area bendungan langsung ditingkatkan ke level siaga satu. Personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan instalasi vital tersebut.
Gubernur Dedi Mulyadi memastikan akan memanggil direksi BUMN tersebut dalam waktu dekat. "Tidak ada kompromi untuk keselamatan. Ini pelajaran pahit bagi semua pihak," tutupnya.
Comments (0)