Debt Collector Bacok Dua Valet Surabaya, Polisi Siaga Buru Pelaku

SURABAYA – Aksi kekerasan yang melibatkan debt collector mengguncang kawasan hiburan malam Embong Kaliasin, Surabaya. Dua petugas valet parkir menjadi korban pembacokan pada Sabtu malam (25/7) setel...

Jul 28, 2026 - 04:21
0 0
Debt Collector Bacok Dua Valet Surabaya, Polisi Siaga Buru Pelaku

SURABAYA – Aksi kekerasan yang melibatkan debt collector mengguncang kawasan hiburan malam Embong Kaliasin, Surabaya. Dua petugas valet parkir menjadi korban pembacokan pada Sabtu malam (25/7) setelah cekcok penagihan utang berujung bentrokan.

Kedua korban, Feri (25) dan Didik (28), mengalami luka serius. Feri menderita luka bacok di bagian punggung, sementara Didik terluka di area tangan. Mereka segera dilarikan ke rumah sakit setelah kejadian.

Kronologi: Tagih Utang Berujung Bacok

Peristiwa bermula ketika empat orang debt collector mendatangi area parkir valet tempat hiburan malam itu. Mereka berniat menagih tunggakan pembayaran sebuah mobil yang terparkir di sana. Petugas valet meminta mereka menunjukkan dokumen resmi terkait penagihan, namun permintaan itu memicu perdebatan sengit.

Cekcok mulut tak terelakkan. Kelompok debt collector kemudian memanggil rekan-rekan mereka yang lain. Dalam hitungan menit, situasi meningkat menjadi bentrokan fisik. Dua petugas valet tak kuasa menahan serangan dan akhirnya terkena sabetan senjata tajam.

Massa Geruduk Markas DC, Polisi Cegah Kerusuhan

Insiden pembacokan itu memicu kemarahan sejumlah pihak. Pada Sabtu malam hingga Minggu (26/7) dini hari, sekelompok massa mendatangi markas debt collector di Jalan Teuku Umar, kawasan Tegalsari. Aksi itu nyaris memicu bentrokan susulan. Untungnya, aparat kepolisian yang siaga segera melerai dan mencegah eskalasi lebih lanjut.

Laporan Resmi Korban dan Langkah Hukum Polisi

Kini, korban tak tinggal diam. Feri dan Didik telah resmi melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polsek Genteng. Laporan tercatat dengan nomor LP/B/125/VII/2026/RESKRIM/POLRESTABES/SPKT POLSEK GENTENG, tertanggal 25 Juli 2026.

Kanitreskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, membenarkan penerimaan laporan itu. “Korban sudah menyampaikan pengaduan. Tim kami kini tengah melakukan penyelidikan bersama Satreskrim Polrestabes Surabaya,” ujarnya, Senin (27/7).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, langsung menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat. Ia memerintahkan penangkapan debt collector pelaku pembacokan. Tak hanya itu, kelompok yang menggeruduk markas DC dan terlibat aksi anarkistis juga akan diproses hukum.

“Saya perintahkan agar para pelaku pembacokan segera ditangkap. Kelompok yang menyerbu markas pun akan kami tindak tegas. Tidak ada tempat bagi aksi anarkis di Surabaya,” tegas Kombes Luthfie.

Ia mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada kepolisian. “Kami yakinkan bahwa Polrestabes Surabaya akan mengambil langkah tegas. Serahkan seluruh proses hukum kepada kami,” imbuhnya.

Hingga kini, kepolisian terus mengumpulkan bukti dan memburu para pelaku. Situasi di Surabaya dilaporkan kondusif pasca-penjagaan ketat di sekitar lokasi kejadian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User