BREAKING — ENAM mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil diselamatkan dalam operasi evakuasi dramatis di Gunung Goa Kalibbong Alloa, Rabu (12/6). Mereka dievakuasi setelah mengalami kelelahan ekstrem dan kram otot hebat saat mendaki jalur terjal tanpa persiapan memadai.
Kronologi Kejadian
Insiden berawal saat enam mahasiswa itu memulai pendakian pada pagi hari. Cuaca cerah berubah drastis menjadi gerimis dingin menjelang sore, menyebabkan jalur licin. Dua pendaki pertama kali melaporkan gejala kram pada kaki sekitar pukul 16.00 WITA. Kondisi semakin memburuk ketika seluruh anggota kelompok mulai kehabisan cairan tubuh dan tenaga. Sinyal komunikasi sulit, namun pesan singkat berhasil terkirim ke rekannya di Makassar satu jam kemudian.
Tim SAR gabungan dari Basarnas Sulawesi Selatan dan relawan lokal menerima laporan pada pukul 17.30 WITA. Koordinator lapangan, Andi Rahmat, langsung memimpin 12 personel dengan peralatan evakuasi vertikal menuju titik terakhir korban. Medan perbukitan kapur setinggi 1.100 meter di atas permukaan laut itu dikenal memiliki tanjakan curam dan sempit.
Operasi Penyelamatan
Tim harus menempuh perjalanan tiga jam dengan berjalan kaki. Setibanya di lokasi pukul 20.30 WITA, petugas mendapati seluruh korban dalam posisi terduduk lemas. Dua pendaki mengalami hipotermia ringan dengan suhu tubuh di bawah 35 derajat Celsius. Personel medis darurat segera memberikan cairan infus, selimut termal, dan pijat pemulihan otot di tempat.
Proses evakuasi berlangsung lambat karena kondisi medan terbatas. Dua korban dengan kram parah harus diangkut menggunakan tandu khusus, sementara empat lainnya dipandu turun dengan bantuan tali pengaman. Sekitar pukul 02.00 WITA, semua korban tiba di posko darurat yang didirikan di kaki gunung. Ambulans telah menunggu untuk membawa mereka ke RSUD Alloa.
Direktur Utama RSUD Alloa, dr. Lina Marlina, menyatakan seluruh pasien dalam kondisi stabil setelah mendapat penanganan intensif. "Mereka hanya kelelahan berat dan dehidrasi, tidak ada cedera serius. Kami tetap observasi hingga pagi ini," ujarnya.
Respons Kampus dan Himbauan
Pihak Unhas melalui Wakil Rektor III telah menghubungi keluarga mahasiswa. Korban berasal dari Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, dan akan diberikan pendampingan psikologis pasca-trauma. "Ini kejadian pertama dalam dua tahun terakhir. Kami rutin mengingatkan mahasiswa untuk melapor jika melakukan aktivitas di alam liar," kata Humas Unhas.
Kepala Basarnas Sulsel, M. Yusuf, mengingatkan pentingnya persiapan fisik dan logistik sebelum mendaki. "Jangan remehkan gunung rendah. Medan kapur licin bisa sangat berbahaya. Pastikan membawa air cukup, pakaian hangat, dan jangan memaksakan diri," tegasnya. Kasus ini menambah daftar evakuasi pendaki di Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2025.
Comments (0)