Danantara Pangkas 1.077 BUMN, Gelombang Konsolidasi Besar-besaran Digulirkan
Jakarta, Beritatercepat.com — Langkah besar tengah ditempuh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, melaporkan langsung kepada Presiden
Jakarta, Beritatercepat.com — Langkah besar tengah ditempuh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pihaknya telah melakukan konsolidasi terhadap ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pertemuan penting itu berlangsung di kediaman pribadi Presiden Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Minggu (21/6) lalu.
Dalam laporannya, Rosan mengungkapkan bahwa dari total 1.077 entitas BUMN yang berada di bawah koordinasi Danantara, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan. Angka ini merupakan tahap awal dari rencana restrukturisasi besar-besaran yang menyasar seluruh BUMN di Tanah Air.
"Dari total 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan, dan sekitar 300 entitas lainnya segera menyusul," kata Rosan dikutip dari akun Instagram resmi @rosanroeslani, Selasa (23/6/2026).
Fokus Efisiensi dan Penguatan BUMN
Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, proses konsolidasi ini merupakan bagian dari mandat Presiden Prabowo untuk menyehatkan dan merampingkan portofolio BUMN. Langkah ini tidak hanya sekadar pemangkasan jumlah entitas, melainkan upaya strategis untuk menciptakan BUMN yang lebih lincah, efisien, dan kompetitif di tingkat global.
Rosan menjelaskan bahwa konsolidasi dilakukan melalui berbagai skema, seperti merger, akuisisi internal, hingga pembubaran entitas yang dinilai tidak lagi relevan atau merugi. Dengan demikian, sumber daya yang sebelumnya tersebar di banyak entitas dapat dipusatkan pada unit usaha yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan daya saing kuat.
Gelombang berikutnya akan menyasar sekitar 300 entitas BUMN lainnya. Jika ditotal, lebih dari separuh entitas BUMN yang ada saat ini akan terdampak oleh program konsolidasi Danantara. Proses ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap sepanjang tahun 2026 hingga awal 2027.
Transformasi Menuju Holding BUMN Modern
Sejak pembentukannya, BPI Danantara memang diberi wewenang luas untuk merestrukturisasi BUMN. Model yang dikembangkan mengadopsi praktik terbaik dari sovereign wealth fund global seperti Temasek di Singapura. Tujuannya jelas: menjadikan BUMN sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional yang tidak lagi bergantung pada anggaran negara.
Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, yang enggan disebutkan namanya, menilai langkah konsolidasi ini sudah tepat meski terlambat. "Terlalu banyak BUMN dengan fungsi tumpang tindih selama ini. Efisiensi sulit tercapai jika struktur tetap gemuk. Pemangkasan ini diharapkan mampu menekan beban operasional dan meningkatkan profitabilitas," ujarnya saat dihubungi Beritatercepat.com.
Dengan percepatan konsolidasi ini, publik menanti bagaimana wujud akhir peta BUMN Indonesia di bawah kendali Danantara. Yang pasti, transformasi ini menandai babak baru pengelolaan aset negara yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.
Comments (0)