CEO APAC MMA Rohit Dadwal Ungkap Masa Depan Pemasaran Digital
Jakarta, 16 Juli 2026 – Marketing + Media Alliance (MMA) kembali menggelar ajang tahunan MMA Marketing Talk Indonesia 2026 yang berlangsung di kawasan Mega
Jakarta, 16 Juli 2026 – Marketing + Media Alliance (MMA) kembali menggelar ajang tahunan MMA Marketing Talk Indonesia 2026 yang berlangsung di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/7). Tahun ini, acara strategis tersebut menghadirkan sosok kunci industri pemasaran Asia Pasifik, Rohit Dadwal, Chief Executive Officer MMA untuk kawasan APAC.
Dalam pidato pembukanya, Dadwal tidak sekadar membagikan wawasan umum. Ia merinci lanskap pemasaran terkini dan masa depan yang menurutnya telah bergeser drastis hanya dalam dua tahun terakhir. “Kita sedang berada di titik di mana data bukan lagi sekadar pendukung keputusan, melainkan menjadi napas dari setiap kampanye. Tanpa data yang tertata, brand akan tenggelam,” ujarnya di hadapan lebih dari 300 peserta yang terdiri dari CMO, brand manager, hingga pelaku startup digital.
Transformasi Pemasaran Berbasis AI
Salah satu topik sentral yang diangkat Dadwal adalah percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) di sektor pemasaran. Menurut data yang ia paparkan, 68% perusahaan di Asia Pasifik telah mengintegrasikan AI generatif ke dalam strategi pemasaran mereka sepanjang 2025. Angka ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“AI bukan lagi sekadar tools efisiensi. Ia telah menjadi co-pilot yang memungkinkan personalisasi massal dengan presisi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tegas Dadwal. “Namun, kunci keberhasilannya tetap pada kualitas data. Tanpa fondasi data yang bersih dan etis, AI hanya akan memperkuat bias yang sudah ada.”
Dadwal menyoroti bahwa personalisasi berbasis AI kini mampu memproses hingga ribuan varian konten dalam hitungan detik untuk satu segmen audiens yang sangat mikro. Hal ini mengubah cara brand berinteraksi dengan konsumen dari sekadar transaksional menjadi hubungan yang kontekstual dan emosional.
Perilaku Konsumen Indonesia di Mata Data MMA
Dalam sesi yang lebih mendalam, Dadwal membeberkan temuan spesifik untuk pasar Indonesia. Riset internal MMA menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia kini menghabiskan rata-rata 8,7 jam per hari untuk aktivitas online, dengan 4,2 jam di antaranya digunakan khusus untuk mengonsumsi konten video pendek. Ini menjadikan Indonesia sebagai pasar dengan konsumsi video pendek tertinggi ketiga di Asia Pasifik, setelah India dan Filipina.
Yang lebih menarik, 73% konsumen Indonesia mengaku lebih percaya pada rekomendasi produk dari kreator konten dibanding iklan langsung dari brand. “Ini bukan sekadar tren sesaat. Ini pergeseran kekuasaan dari brand ke komunitas. Kreator konten telah menjadi gerbang kepercayaan yang tidak bisa diabaikan,” komentar Dadwal.
Tantangan Regulasi dan Etika Data
Mengantisipasi kekhawatiran para pelaku industri tentang regulasi perlindungan data pribadi yang semakin ketat di kawasan, Dadwal menekankan bahwa kepatuhan justru bisa menjadi diferensiator kompetitif. “Dengan UU Perlindungan Data Pribadi yang mulai berlaku penuh di Indonesia, brand yang paling dulu membangun transparansi dan kontrol bagi konsumen atas data mereka akan memenangkan loyalitas jangka panjang,” ucapnya.
MMA sendiri, menurut Dadwal, kini tengah mengembangkan panduan etika AI yang melibatkan lebih dari 50 perusahaan anggota di kawasan APAC. Tujuannya adalah menciptakan standar bersama yang memastikan penggunaan AI dalam pemasaran tetap inklusif, bebas bias, dan menghormati privasi pengguna.
Proyeksi hingga 2027: Dari Omnichannel ke Unified Experience
Menutup pemaparannya, Dadwal memproyeksikan fase berikutnya dari evolusi pemasaran digital: peralihan dari pendekatan omnichannel ke apa yang ia sebut "unified customer experience". Menurutnya, pada 2027, lebih dari separuh sentuhan konsumen akan terintegrasi secara mulus dalam satu ekosistem tertutup.
“Batas antara online dan offline akan semakin kabur. Brand harus siap menghadirkan pengalaman yang konsisten tidak hanya di berbagai kanal, tetapi di setiap momen mikro perjalanan konsumen. Ini menuntut arsitektur teknologi yang terbuka sekaligus aman,” pungkasnya.
Acara MMA Marketing Talk Indonesia 2026 kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan perwakilan dari berbagai sektor, mulai dari perbankan digital hingga e-commerce.
[SOCIAL_TWEET]: Masa depan pemasaran digital di Asia Pasifik dibedah tuntas oleh CEO MMA APAC, Rohit Dadwal. Dari AI generatif hingga perilaku konsumen Indonesia yang unik, simak wawasan eksklusif dari MMA Marketing Talk 2026. #PemasaranDigital #AI #MMAIndonesia[SOCIAL_TG]: 📊 Baru saja dari MMA Marketing Talk 2026: Rohit Dadwal (CEO MMA APAC) ungkap 68% perusahaan di Asia Pasifik sudah pakai AI generatif. Tapi siapa sangka, kunci suksesnya bukan cuma teknologi, melainkan kepercayaan konsumen. Simak selengkapnya!
Comments (0)