I Nyoman Giri Prasta: Profil dan Kinerja Bupati Badung
I Nyoman Giri Prasta: Profil dan Kinerja Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menjabat sebagai Bupati Badung sejak 17 Februari 2016, setelah memenangkan Pilkada Badung 2015 bersama wakilnya I Ketut Suiasa. Ia kembali terpilih untuk periode kedua pada P
I Nyoman Giri Prasta: Profil dan Kinerja Bupati Badung
I Nyoman Giri Prasta menjabat sebagai Bupati Badung sejak 17 Februari 2016, setelah memenangkan Pilkada Badung 2015 bersama wakilnya I Ketut Suiasa. Ia kembali terpilih untuk periode kedua pada Pilkada 2020 dan dilantik pada 26 Februari 2021. Giri Prasta merupakan kader PDI Perjuangan yang memimpin kabupaten dengan APBD terbesar di Indonesia — mencapai lebih dari Rp5 triliun per tahun sebelum pandemi — berkat dominasi sektor pariwisata di kawasan Kuta, Nusa Dua, Seminyak, dan Canggu.
Profil dan Latar Belakang
I Nyoman Giri Prasta lahir di Badung, Bali, pada 30 Juni 1969. Sebelum terjun ke politik, ia dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang perhotelan dan properti, mendirikan grup usaha yang mengelola sejumlah hotel dan vila di kawasan wisata Badung. Karier politiknya dimulai sebagai anggota DPRD Kabupaten Badung periode 2009–2014, kemudian menjabat sebagai Ketua DPRD Badung pada 2014–2015. Ia juga aktif di struktur partai sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung. Latar belakangnya sebagai pengusaha pariwisata dan politisi akar rumput membentuk gaya kepemimpinannya yang pragmatis dan berorientasi pada pembangunan infrastruktur.
Program Unggulan dan Kinerja
Selama dua periode kepemimpinannya, Giri Prasta mencanangkan sejumlah program strategis. Program Jaminan Kesehatan Badung Sehat menjadi andalan — cakupan kepesertaan mencapai lebih dari 98% penduduk Badung per 2023, melampaui target Universal Health Coverage nasional. Pemkab Badung mengalokasikan dana lebih dari Rp120 miliar per tahun untuk membayar premi BPJS Kesehatan seluruh warganya. Bantuan keuangan untuk desa adat juga menjadi ciri khas kepemimpinannya. Sejak 2017, setiap desa adat di Badung menerima dana stimulan minimal Rp500 juta per tahun, meningkat menjadi Rp800 juta pada 2022. Total 122 desa adat di Badung menerima alokasi tahunan lebih dari Rp97 miliar. Program ini bertujuan memperkuat lembaga adat sebagai penjaga budaya Bali sekaligus motor ekonomi lokal. Di bidang infrastruktur, pemerintahannya membangun Pasar Seni dan Wisata di beberapa titik strategis, memperlebar jalur arteri penghubung destinasi wisata, serta merampungkan pembangunan GOR Purna Mahottama berstandar internasional. APBD Badung pada 2019 mencatat rekor Rp5,8 triliun — tertinggi di antara seluruh kabupaten di Indonesia — dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp3,8 triliun, terutama dari pajak hotel dan restoran.
Tantangan dan Kontroversi
Ujian terberat kepemimpinan Giri Prasta datang saat pandemi COVID-19 melumpuhkan sektor pariwisata Bali. PAD Badung anjlok hingga lebih dari 60% pada 2020, memaksa pemangkasan drastis APBD menjadi sekitar Rp3,2 triliun. Ribuan pekerja pariwisata kehilangan mata pencaharian. Respons pemerintahannya menuai kritik — sebagian menilai bantuan sosial tidak cukup cepat dan tepat sasaran di awal krisis. Ketergantungan ekstrem pada sektor pariwisata juga menyorot kelemahan struktural ekonomi Badung yang belum terdiversifikasi. Di sisi lain, sejumlah proyek infrastruktur dikritik karena dianggap tidak mendesak di tengah krisis fiskal. Kritik lingkungan juga muncul terkait alih fungsi lahan dan pembangunan masif yang dinilai mengancam keseimbangan ekologi kawasan pesisir. Meski demikian, Giri Prasta berhasil mempertahankan popularitasnya — terbukti dengan kemenangan telak di Pilkada 2020 dengan perolehan suara lebih dari 82%. Tantangan ke depan mencakup diversifikasi ekonomi, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, dan menjaga keberpihakan pada masyarakat lokal di tengah arus investasi global yang deras ke Badung.
Comments (0)