BUMN Baru Perminas Bakal Kelola Logam Tanah Jarang Bareng India

Jakarta, Beritatercepat.com — Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto mengungkapkan detail rencana kerja sama antara BUMN baru di bawah BPI Danantara, PT Perusahaan Mineral Nasional (P

Jul 08, 2026 - 08:05
0 0
BUMN Baru Perminas Bakal Kelola Logam Tanah Jarang Bareng India

Jakarta, Beritatercepat.com — Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto mengungkapkan detail rencana kerja sama antara BUMN baru di bawah BPI Danantara, PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), dengan perusahaan asal India, Midwest Limited. Kerja sama strategis ini resmi ditandatangani di sela-sela pertemuan bilateral Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/7/2026).

Kerja sama yang dijajaki ini akan berfokus pada hilirisasi logam tanah jarang (rare earth), khususnya dalam proses pemisahan dan pemurnian mineral kritis yang menjadi komponen penting bagi industri teknologi tinggi, alat pertahanan, dan energi bersih. Brian menyebut bahwa teknologi yang dimiliki India menjadi nilai tambah besar dalam kolaborasi ini.

"Jadi, kita sudah beberapa kali tim dari Perminas dan BIM juga sudah ke India, sudah dilakukan pembicaraan-pembicaraan. Jadi, India memiliki teknologi-teknologi untuk pemurnian rare earth," ungkap Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Menurut laporan media kami, kunjungan teknis itu dilakukan untuk memetakan rantai proses serta menilai kesesuaian teknologi separasi magnetik dan solvent extraction yang dikembangkan oleh Midwest Limited. Selama ini, India dikenal memiliki kapasitas pemurnian monasit yang menghasilkan konsentrat tanah jarang dengan tingkat kemurnian tinggi, sementara Indonesia memiliki cadangan mineral ikutan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

PT Perminas sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang dibentuk oleh Badan Pengelola Investasi Danantara untuk mengonsolidasikan pengelolaan aset mineral strategis nasional. Kehadiran Perminas diharapkan menjadi katalis dalam membangun ekosistem hulu-hilir mineral kritis, mulai dari penambangan, pengolahan, hingga pemanfaatan produk turunan di dalam negeri.

Brian menambahkan, penjajakan kerja sama ini masih berada dalam fase teknis dan komersial yang mendetail. BIM dan Perminas terus melakukan pembahasan intensif agar nilai keekonomian dari proyek pemurnian tanah jarang dapat terwujud dalam waktu dekat. "Kita ingin ada lompatan teknologi, bukan hanya ekspor bahan mentah," tegasnya.

Selain memperkuat kemandirian industri pertahanan dan elektronik nasional, kerja sama ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk mempercepat transisi energi melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan pembangkit energi terbarukan, yang sangat bergantung pada pasokan magnet berbasis tanah jarang.

Dengan total panjang artikel yang merangkum pengumuman ini, Beritatercepat.com akan terus memantau perkembangan konkret dari rencana kolaborasi Perminas-Midwest Limited yang diyakini akan menjadi tonggak baru bagi industri mineral tanah jarang di Tanah Air.


Disusun berdasarkan keterangan resmi Kepala Badan Industri Mineral, Brian Yuliarto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Editor Ekonomi. Editor ekonomi breaking dan update pasar terkini.

Comments (0)

User