Sep 18, 2026
Nasional

BRIN Usulkan Agro Techno Park Bekas Tambang Sokong Pangan IKN

Di tengah pesatnya pembangunan fisik Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, tantangan besar yang membayangi adalah jaminan ketahanan pangan bagi jut

BRIN Usulkan Agro Techno Park Bekas Tambang Sokong Pangan IKN

Di tengah pesatnya pembangunan fisik Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, tantangan besar yang membayangi adalah jaminan ketahanan pangan bagi jutaan penduduk yang kelak mendiaminya. Menjawab tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melontarkan gagasan strategis dengan mengusulkan pembangunan kawasan percontohan Agro Techno Park (ATP). Uniknya, pusat riset dan produksi pertanian berbasis teknologi tinggi ini dirancang untuk berdiri di atas lahan bekas tambang batu bara yang selama ini terbiarkan kaku dan merana.

Langkah berani ini bukan sekadar upaya mencukupi kebutuhan perut warga ibu kota baru, melainkan juga bagian dari restorasi lingkungan berskala besar. Wilayah Kalimantan Timur selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu pusat penambangan batu bara terbesar di Indonesia. Akibatnya, bentang alam menyisakan ribuan hektar lahan kritis yang membutuhkan sentuhan teknologi terapan agar kembali subur dan produktif.

Mengubah Lahan Kritis Menjadi Lumbung Pangan

Mengubah lahan bekas tambang menjadi kawasan pertanian subur tentu bukan perkara mudah. Lahan pascatambang umumnya memiliki tingkat keasaman tanah yang sangat tinggi, kadar hara yang rendah, serta potensi pencemaran logam berat. Namun, para peneliti di BRIN optimistis bahwa keterbatasan ekstrim tersebut dapat diatasi melalui penerapan sains dan inovasi pertanian modern yang tepat.

Dalam konsep ATP yang ditawarkan, BRIN akan mengintegrasikan teknologi pemulihan tanah atau bioremediasi menggunakan mikroba pelarut hara, pupuk hayati, serta pengaplikasian biochar (arang hayati). Biochar terbukti efektif meningkatkan porositas tanah dan mengikat air serta nutrisi, sehingga tanah bekas tambang yang tadinya tandus dapat direhabilitasi secara bertahap untuk menopang tanaman pangan dan hortikultura.

"Pemanfaatan lahan eks tambang untuk Agro Techno Park adalah solusi ganda. Kita tidak hanya memulihkan ekosistem yang rusak akibat kegiatan ekstraktif, tetapi juga menciptakan sistem ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan bagi IKN tanpa harus mengalihfungsikan hutan alam," ujar peneliti senior BRIN dalam keterangannya.

Strategi Agro Techno Park dan Inovasi Teknologi

Agro Techno Park dirancang bukan hanya sebagai lahan bercocok tanam biasa, melainkan sebagai pusat ekosistem pertanian modern yang menghubungkan riset, teknologi, sains pertanahan, hingga komersialisasi produk. Di dalam kawasan ini, teknologi precision farming atau pertanian presisi akan diterapkan secara penuh, memanfaatkan sensor kelembapan tanah, pemantauan drone, dan sistem irigasi otomatis.

Berikut adalah beberapa pilar utama dalam pengembangan Agro Techno Park di lahan bekas tambang IKN:

  • Penerapan Bioremediasi Lingkungan: Penggunaan biochar dan mikroba lokal untuk menetralkan keasaman serta meningkatkan kesuburan tanah.
  • Digitalisasi Pertanian (Smart Farming): Pemantauan kondisi hara dan cuaca secara real-time menggunakan teknologi sensor IoT (Internet of Things).
  • Pengembangan Varietas Adaptif: Penggunaan benih unggul yang tahan terhadap kondisi stres lingkungan dan lahan marjinal.
  • Pemberdayaan Masyarakat: Pelatihan terpadu bagi para petani lokal agar menguasai teknologi pertanian modern dan manajemen rantai pasok.

Berikut adalah tabel perbandingan antara pendekatan pertanian konvensional di lahan marjinal dengan pendekatan teknologi Agro Techno Park:

Parameter Baseline Pertanian Konvensional Lahan Tambang Agro Techno Park (ATP) BRIN
Kondisi Tanah Sangat asam, kadar hara rendah Diremediasi dengan biochar & pupuk hayati
Pengelolaan Air Tergantung curah hujan/manual Irigasi presisi otomatis berbasis IoT
Hasil Produktivitas Rendah & berisiko gagal panen Tinggi, stabil, dan terpantau digital
Fokus Kawasan Hanya produksi pasif Riset, edukasi, pengolahan & bisnis

Menjamin Pasokan Pangan Ibu Kota Baru

Kehadiran IKN diprediksi akan memicu lonjakan populasi secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Tanpa pasokan pangan lokal yang memadai, IKN berisiko mengalami ketergantungan penuh pada pasokan luar daerah seperti pulau Jawa dan Sulawesi, yang berpotensi memicu lonjakan biaya logistik dan inflasi harga pangan. Oleh karena itu, keberadaan ATP dinilai menjadi jawaban konkret untuk menciptakan kemandirian pangan regional.

Konsep ATP ini juga memuat dimensi pemberdayaan ekonomi lokal. BRIN berencana menjadikan kawasan ini sebagai tempat pelatihan dan transfer teknologi bagi para petani lokal di sekitar wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Petani tidak hanya diajarkan cara bercocok tanam modern, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai manajemen rantai pasok dan pascapanen agar memiliki daya saing yang tinggi.

Inisiatif BRIN ini menjadi angin segar bagi masa depan penyangga IKN. Jika proyek percontohan Agro Techno Park di lahan bekas tambang ini sukses diimplementasikan, model ini bisa direplikasi di berbagai wilayah tambang lainnya di seluruh Indonesia, mengubah bentang bekas galian menjadi hamparan hijau yang menyejahterakan masyarakat.

Melalui teknologi bioremediasi tanah dan smart farming, lahan kritis pascatambang batu bara di Kaltim bakal disulap jadi pusat pertanian presisi dan riset terpadu guna menjamin pasokan pangan ibu kota baru. BACA SELENGKAPNYA DI BERITATERCEPAT.COM

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User