BRIN Rilis Alat Sensor Cegah Busuk di Ompreng MBG

BREAKING - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) BARU SAJA mengumumkan inovasi terbaru: alat sensor cerdas untuk mendeteksi gas pembusukan di dalam ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BRIN, A...

Aug 07, 2026 - 11:09
0 0
BRIN Rilis Alat Sensor Cegah Busuk di Ompreng MBG

BREAKING - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) BARU SAJA mengumumkan inovasi terbaru: alat sensor cerdas untuk mendeteksi gas pembusukan di dalam ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BRIN, Arif Satria, memaparkan langsung teknologi ini di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Jakarta, Kamis (6/8/2026). Langkah ini menjadi terobosan besar dalam menjaga kualitas makanan program nasional.

Alat sensor ini dirancang untuk memantau kondisi ompreng secara real-time. Sensor mampu mendeteksi peningkatan gas etilen dan amonia yang menjadi penanda awal pembusukan. Data dikirim ke pusat kontrol melalui koneksi nirkabel. Dengan demikian, petugas bisa segera menarik ompreng yang berisiko sebelum makanan dikonsumsi anak sekolah.

Fakta Kunci Inovasi BRIN

  • Deteksi dini: Sensor membaca gas pembusukan dalam hitungan menit, bukan jam.
  • Koneksi nirkabel: Data terkirim ke server pusat secara otomatis.
  • Biaya terjangkau: Target produksi massal di bawah Rp50 ribu per unit.
  • Dukungan penuh: Presiden Prabowo memberi arahan langsung untuk percepatan produksi.

Arif Satria menjelaskan, inovasi ini lahir dari riset selama delapan bulan. Tim BRIN menggabungkan teknologi sensor gas dengan algoritma kecerdasan buatan. Algoritma tersebut mampu membedakan gas normal dari gas pembusukan dengan akurasi 95 persen. Uji coba lapangan telah dilakukan di 20 sekolah di Jawa Barat dan Banten.

Detail Teknis Sensor

Sensor berukuran sebesar koin, dipasang di tutup ompreng. Alat ini memanfaatkan baterai lithium yang tahan hingga 72 jam. Setiap ompreng akan memiliki kode unik yang terhubung ke aplikasi petugas. Jika terdeteksi pembusukan, alarm berbunyi dan lampu LED menyala merah. Petugas distribusi langsung mengganti ompreng tersebut.

“Ini bukan sekadar alat, ini penyelamat kualitas gizi anak bangsa,” ujar Arif Satria dalam presentasi di Istana. Ia menambahkan, BRIN menargetkan produksi 1 juta unit pada akhir 2026. Kerja sama dengan industri lokal sedang dijajaki untuk mempercepat distribusi ke seluruh Indonesia.

Dampak untuk Program MBG

Program MBG yang digagas Presiden Prabowo menjangkau jutaan siswa setiap hari. Risiko pembusukan makanan menjadi tantangan besar, terutama di daerah tropis. Dengan sensor ini, risiko tersebut bisa ditekan hingga 80 persen. Hal ini dikonfirmasi oleh data uji coba yang menunjukkan penurunan kasus keracunan makanan di sekolah.

Seorang saksi mata di lokasi uji coba, Kepala Sekolah SDN Cilincing 03, Budi Santoso, melaporkan bahwa sensor bekerja sangat responsif. “Dalam 10 menit, sensor mendeteksi perubahan gas pada ompreng yang tertinggal di dapur. Kami langsung menggantinya,” katanya. Ia berharap alat ini segera dipasang di semua sekolah.

BRIN juga membuka peluang kolaborasi dengan universitas dan startup. Teknologi ini bersifat open-source untuk bagian perangkat lunak. Tujuannya agar inovasi terus berkembang dan biaya produksi semakin murah. Arif menegaskan, riset tidak berhenti di sini. Timnya sedang mengembangkan sensor untuk mendeteksi bakteri patogen seperti Salmonella dan E. coli.

Langkah Berikutnya

Presiden Prabowo memerintahkan Kementerian Koperasi dan UKM untuk melibatkan pengrajin lokal dalam produksi. Ini akan menciptakan lapangan kerja baru. BRIN menargetkan pemasangan sensor di 500 ribu ompreng pada kuartal pertama 2027. Evaluasi berkala akan dilakukan setiap bulan untuk memastikan efektivitas alat.

Perkembangan ini menjadi kabar baik bagi orang tua dan guru. Mereka kini memiliki jaminan ekstra bahwa makanan anak-anak aman. BRIN berkomitmen untuk terus berinovasi demi mendukung program prioritas pemerintah. Informasi lebih lanjut akan disampaikan dalam konferensi pers minggu depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User