Aug 24, 2026
breaking

BREAKING: Tembok SDN Minomartani 2 Sleman Roboh, 10 Peserta Jalan Sehat Terluka

SLEMAN, DIY — Musibah mengejutkan mengguncang wilayah Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tembok pembatas milik SDN Minomartani 2 ambruk dan menimpa warga yang tengah me...

BREAKING: Tembok SDN Minomartani 2 Sleman Roboh, 10 Peserta Jalan Sehat Terluka

SLEMAN, DIY — Musibah mengejutkan mengguncang wilayah Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tembok pembatas milik SDN Minomartani 2 ambruk dan menimpa warga yang tengah mengikuti kegiatan jalan sehat. Sedikitnya sepuluh peserta mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa nahas itu dilaporkan terjadi saat rombongan peserta melintas di sekitar area sekolah. Tanpa peringatan, dinding pembatas yang berdiri di tepi jalan tiba-tiba runtuh. Material bangunan langsung menimpa sejumlah peserta yang berada persis di bawahnya.

Suasana yang semula penuh semangat berubah menjadi kepanikan. Peserta lain berhamburan menyelamatkan diri. Sebagian langsung berupaya menolong korban yang tertimpa puing tembok.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, kegiatan jalan sehat diikuti oleh banyak warga. Acara tersebut merupakan kegiatan yang digelar di lingkungan sekitar dan melibatkan masyarakat dari berbagai usia.

Saat rombongan melintas di sisi SDN Minomartani 2, tembok pembatas sekolah mendadak roboh. Diduga kondisi struktur bangunan sudah rapuh. Cuaca yang kerap mengguyur wilayah Sleman dalam beberapa waktu terakhir juga diduga memperparah kondisi pondasi tembok.

Sejumlah saksi mata menyebut suara dentuman keras terdengar saat tembok ambruk. Debu tebal sempat membumbung di lokasi kejadian. Warga yang melihat peristiwa itu langsung berdatangan memberikan pertolongan pertama.

Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Proses evakuasi berlangsung cepat. Para korban yang tertimpa material bangunan segera dievakuasi oleh warga dan sesama peserta. Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis.

Sepuluh orang dikonfirmasi menderita luka-luka akibat insiden ini. Sebagian korban mengalami luka di bagian kepala dan anggota tubuh lainnya. Tim medis dilaporkan langsung memberikan perawatan kepada seluruh korban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kondisi para korban dilaporkan terus dipantau oleh pihak rumah sakit. Keluarga korban juga telah dihubungi dan mendampingi proses perawatan.

Lokasi Kejadian Disterilkan

Usai kejadian, area di sekitar tembok yang roboh langsung disterilkan. Garis pembatas dipasang untuk mencegah warga mendekat. Puing-puing bangunan masih berserakan di sepanjang sisi jalan yang menjadi rute jalan sehat.

Petugas keamanan setempat bersama perangkat desa turun ke lokasi. Mereka mengamankan area agar tidak membahayakan warga lain yang melintas. Aktivitas di sekitar lokasi sempat dibatasi untuk sementara waktu.

Dugaan Penyebab Diselidiki

Aparat kepolisian dilaporkan telah mendatangi lokasi kejadian. Pemeriksaan tempat kejadian perkara dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya tembok tersebut. Sejumlah saksi mata dimintai keterangan.

Dugaan sementara, kondisi tembok yang sudah berusia dan kurang perawatan menjadi pemicu utama. Faktor cuaca juga disebut berpotensi memperlemah struktur bangunan. Namun kesimpulan resmi masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.

Pihak sekolah dan pemerintah desa setempat disebut telah berkoordinasi terkait penanganan pascakejadian. Tanggung jawab terhadap para korban menjadi sorotan warga. Mereka menuntut agar seluruh biaya perawatan korban ditanggung pihak terkait.

Keamanan Bangunan Sekolah Disorot

Insiden ini memicu kekhawatiran publik soal keamanan bangunan sekolah. Tembok pembatas yang berdiri di tepi jalan umum seharusnya diperiksa secara berkala. Apalagi bangunan itu berada di jalur yang kerap dilintasi warga setiap hari.

Warga sekitar berharap pemerintah daerah melakukan audit menyeluruh. Bukan hanya di SDN Minomartani 2, tetapi juga di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sleman. Tujuannya untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Pemerintah Kabupaten Sleman diminta bertindak cepat. Perbaikan tembok yang roboh harus segera dilakukan. Selain itu, bangunan lain yang terindikasi rapuh wajib direnovasi sebelum memakan korban.

Update Perkembangan

Perkembangan terbaru menyebutkan kondisi para korban berangsur stabil. Sebagian korban dengan luka ringan diperbolehkan pulang usai mendapatkan perawatan. Korban dengan luka lebih serius masih menjalani observasi di rumah sakit.

Proses pembersihan puing tembok dijadwalkan segera dilakukan. Warga diminta tetap waspada saat melintas di sekitar lokasi. Masyarakat juga diimbau melapor jika menemukan bangunan publik yang kondisinya membahayakan.

Redaksi terus memantau perkembangan peristiwa ini. Informasi terbaru akan diperbarui seiring bertambahnya keterangan resmi dari pihak berwenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User