Aug 25, 2026
breaking

BREAKING: Pramono Perintahkan Bongkar JPO 'Love-Hate Relationship' di Rasuna Said

JAKARTA — BARU SAJA: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjatuhkan keputusan tegas. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) berjuluk 'Love-Hate Relationship' di Kuningan resmi diperintahkan untuk dibong...

BREAKING: Pramono Perintahkan Bongkar JPO 'Love-Hate Relationship' di Rasuna Said

JAKARTA — BARU SAJA: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjatuhkan keputusan tegas. Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) berjuluk 'Love-Hate Relationship' di Kuningan resmi diperintahkan untuk dibongkar.

Keputusan ini mengakhiri perdebatan panjang soal keberadaan jembatan tersebut. JPO yang melintang di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, itu kini tinggal menunggu jadwal eksekusi.

Fakta Cepat Pembongkaran

  • Lokasi: Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
  • Objek: JPO berjuluk 'Love-Hate Relationship'.
  • Perintah: Langsung dari Gubernur Pramono Anung.
  • Status: Final, tanpa opsi renovasi.
  • Tahap berikutnya: Penyusunan jadwal teknis pembongkaran.

JPO Penuh Kontroversi

JPO ini bukan jembatan penyeberangan biasa. Desainnya unik, mencolok, dan langsung menyita perhatian publik sejak awal berdiri.

Warganet kemudian memberinya julukan 'Love-Hate Relationship'. Julukan itu lahir dari reaksi masyarakat yang terbelah dua.

Sebagian warga memuji tampilannya yang ikonik dan Instagramable. Jembatan ini bahkan sempat menjadi latar foto favorit anak muda di kawasan Kuningan.

Namun kritik tak kalah keras. Banyak pejalan kaki mengeluhkan fungsi jembatan. Akses naik dan turun dinilai melelahkan.

Keluhan paling sering datang dari lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Mereka menilai jembatan ini tidak ramah bagi semua kalangan.

Alasan di Balik Keputusan

Pramono dilaporkan menegaskan fasilitas publik harus mengutamakan fungsi. Estetika tidak boleh mengalahkan keselamatan serta kenyamanan warga.

Kawasan Rasuna Said adalah jantung perkantoran Jakarta Selatan. Ribuan pekerja melintasi ruas jalan ini setiap jam sibuk, pagi dan sore.

Keluhan soal aksesibilitas JPO terus mengalir ke Pemprov DKI. Desakan perbaikan menguat dari berbagai kalangan.

Hasil evaluasi dilaporkan sudah bulat. Jembatan tidak cukup hanya diperbaiki. Pembongkaran total dipilih sebagai solusi.

Sorotan Aksesibilitas

Standar fasilitas pejalan kaki di Jakarta memang tengah menjadi sorotan. Pemprov DKI di bawah Pramono gencar menata trotoar dan sarana penyeberangan.

JPO idealnya memudahkan, bukan membebani. Prinsip inilah yang dilaporkan menjadi dasar utama keputusan pembongkaran.

Komunitas pejalan kaki beberapa kali menyoroti desain jembatan ini. Mereka menilai banyak JPO dibangun tanpa mempertimbangkan kebutuhan nyata penggunanya.

Dampak bagi Pejalan Kaki

Kawasan Kuningan dikenal padat aktivitas. Perkantoran, kedutaan besar, dan pusat perbelanjaan berdiri berdampingan. Mobilitas pejalan kaki sangat tinggi setiap harinya.

Pembongkaran diprediksi memicu penyesuaian arus pejalan kaki di sekitar lokasi. Warga diimbau mengikuti rute alternatif yang disiapkan petugas.

Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan selama proses pembongkaran berlangsung. Pengendara diminta mengantisipasi potensi kepadatan di ruas Rasuna Said.

Belum ada rincian resmi soal fasilitas penyeberangan pengganti. Opsi pelican crossing atau zebra cross dengan lampu lalu lintas disebut menjadi kandidat.

Pemprov DKI memastikan warga tetap memiliki akses menyeberang yang aman. Konfirmasi detail fasilitas pengganti akan diumumkan menyusul.

Reaksi Beragam Warga

Keputusan sang gubernur langsung memicu reaksi beragam. Sebagian warga menyambut gembira kabar pembongkaran ini.

Mereka menilai jembatan itu memang bermasalah sejak awal. Fungsi yang buruk dianggap tidak sebanding dengan tampilannya.

Namun ada pula yang menyayangkan. Bagi sebagian warga, JPO itu adalah ikon kecil kawasan Kuningan.

Di media sosial, topik ini langsung memanas. Utas soal pembongkaran JPO mulai bermunculan sejak kabar ini tersiar.

Perdebatan 'cinta-benci' yang melekat pada jembatan ini akhirnya menemui titik akhir. Palu sudah diketuk. Keputusan sudah final.

Tahapan Selanjutnya

Dinas terkait dilaporkan mulai bergerak menyusun jadwal teknis. Petugas akan disiagakan di sekitar lokasi selama pengerjaan.

Pembongkaran jembatan sebesar ini membutuhkan persiapan matang. Struktur harus dibongkar bertahap demi keamanan bersama.

Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Pagar pengaman dan rambu akan dipasang sebelum pembongkaran dimulai.

UPDATE: Jadwal pasti eksekusi pembongkaran akan diumumkan dalam waktu dekat. Ikuti terus perkembangan berita ini hanya di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User