BREAKING NEWS — PDIP Jawa Barat BARU SAJA angkat bicara soal aksi Wakil Ketua DPRD Sukabumi, Rojab Asy'ari, yang menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dari ruang kerja dewan. Partai menegaskan aksi itu murni sikap pribadi, bukan instruksi resmi partai.
KONFIRMASI datang langsung dari jajaran PDIP Jabar, menit lalu. Mereka menyatakan tidak pernah mengeluarkan perintah apa pun terkait penurunan foto tersebut.
Fakta Kunci di Lapangan
- Rojab Asy'ari disebut menurunkan foto Gibran sebagai bentuk protes pribadi.
- PDIP Jabar menegaskan aksi itu tidak mewakili sikap resmi partai.
- Foto Wakil Presiden itu sebelumnya terpasang di area kerja DPRD Sukabumi.
- Belum ada keterangan resmi dari Rojab soal alasan detail di balik aksinya.
- DPRD Sukabumi belum mengeluarkan pernyataan lengkap terkait insiden ini.
UPDATE terbaru menyebut insiden ini memicu perhatian publik di Sukabumi. Sejumlah pihak menilai penurunan foto pejabat negara adalah langkah sensitif yang bisa ditafsirkan bermacam-macam.
Respons Cepat Partai
PDIP Jabar bergerak cepat memisahkan diri dari kontroversi. Mereka menekankan disiplin partai tetap berlaku dan setiap kader wajib mengikuti garis resmi organisasi.
"Itu tindakan individu, bukan kebijakan partai," tegas sumber internal PDIP Jabar, dikonfirmasi di Bandung.
Pernyataan ini dinilai penting untuk meredam spekulasi soal retaknya hubungan PDIP dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran.
Kenapa Ini Penting
Kasus ini menyentuh dua hal sekaligus: etika protokol lembaga dan manajemen konflik internal partai. Penurunan foto pejabat negara di kantor legislatif bukan perkara sepele.
Saksi mata di gedung DPRD menyebut suasana sempat menjadi perhatian pegawai. Namun situasi dilaporkan tetap kondusif tanpa eskalasi berarti.
Hingga berita ini diturunkan, perkembangan masih berjalan. Publik menunggu apakah Rojab akan memberikan klarifikasi resmi atau justru mempertahankan sikapnya.
Beritatercepat akan terus memantau setiap UPDATE terbaru dari Sukabumi dan Jakarta. Tetap ikuti perkembangan detik ini juga.
Comments (0)