Oct 10, 2026
breaking

Gubernur Lemhannas: Kesadaran Geopolitik Wajib Dimiliki Generasi Muda

JAKARTA — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily BARU SAJA menegaskan bahwa kesadaran geopolitik bukan lagi monopoli kalangan diplomat. Ia menyebut generasi muda harus me...

Gubernur Lemhannas: Kesadaran Geopolitik Wajib Dimiliki Generasi Muda

JAKARTA — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily BARU SAJA menegaskan bahwa kesadaran geopolitik bukan lagi monopoli kalangan diplomat. Ia menyebut generasi muda harus memiliki pemahaman itu untuk memperkuat ketahanan nasional.

Pernyataan ini menjadi UPDATE penting di tengah dinamika global yang makin tidak menentu. Menurutnya, ancaman terhadap kedaulatan negara kini bergerak di ruang yang lebih luas, mulai dari ekonomi digital hingga pengaruh ideologi lintas batas.

Geopolitik Bukan Ranah Eksklusif

Ace menjelaskan, selama ini pemahaman geopolitik kerap dianggap hanya relevan bagi pejabat luar negeri atau akademisi hubungan internasional. Pandangan itu, katanya, sudah usang.

"Kesadaran geopolitik itu milik semua warga negara, terutama anak muda," tegasnya dalam forum yang dikonfirmasi berlangsung di Jakarta, MENIT LALU.

Ia menilai generasi muda adalah kelompok paling terdampak sekaligus paling berpotensi menjadi aktor perubahan. Tanpa bekal kesadaran geopolitik, mereka rentan terpapar narasi asing yang menggerus rasa kebangsaan.

Kontribusi Nyata bagi Ketahanan Nasional

Lemhannas, lanjut Ace, mendorong agar literasi geopolitik masuk ke ruang pendidikan dan kegiatan kepemudaan. Langkah itu dinilai strategis untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga waspada.

  • Kesadaran geopolitik dinilai kunci menghadapi tekanan global.
  • Generasi muda disebut sebagai garda terdepan ketahanan nasional.
  • Literasi geopolitik perlu diperluas ke sekolah dan organisasi pemuda.
  • Ancaman lintas batas bergerak di ekonomi, ideologi, dan teknologi.

Menurut Ace, kontribusi generasi muda tidak harus selalu berbentuk kebijakan besar. Hal sederhana seperti memahami posisi strategis Indonesia di kawasan sudah menjadi bentuk partisipasi.

Peringatan Dini bagi Bangsa

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa ketahanan nasional tidak dibangun dalam semalam. Dibutuhkan kesadaran kolektif yang tumbuh dari bawah, bukan hanya instruksi dari atas.

"Negara kuat kalau rakyatnya paham posisi dirinya di peta dunia," ujarnya.

Pernyataan Gubernur Lemhannas ini dinilai sejumlah pengamat sebagai sinyal bahwa pemerintah mulai menyoroti pentingnya pendidikan geopolitik sejak dini. Konfirmasi dari Lemhannas menyebut isu ini akan menjadi salah satu fokus pembinaan ke depan.

Sementara itu, kalangan mahasiswa dan komunitas pemuda menyambut positif dorongan tersebut. Mereka berharap ada program konkret, bukan sekadar wacana.

Perkembangan Selanjutnya

Lemhannas dikabarkan tengah menyiapkan sejumlah program literasi geopolitik bagi generasi muda. Detail kegiatan masih dalam pembahasan.

Pengamat menilai langkah ini penting mengingat tekanan geopolitik kawasan makin kompleks. Indonesia berada di posisi strategis yang menuntut kewaspadaan tinggi.

Dengan kesadaran geopolitik yang merata, diharapkan lahir generasi yang mampu menjaga kedaulatan sekaligus bersaing di panggung global.

"Ini soal masa depan bangsa," pungkas Ace.

Beritatercepat akan terus memantau perkembangan kebijakan Lemhannas terkait literasi geopolitik generasi muda. Ikuti update selanjutnya hanya di kanal resmi kami.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User