BREAKING: Pagar Mal Surabaya Dipendekkan, Walkot Menang
BARU SAJA — Pengelola mal raksasa di Surabaya, Pakuwon Group, akhirnya menyerah. Pagar di Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall resmi dipendekkan. Langkah ini diambil hanya beberapa hari setelah imbauan ...
BARU SAJA — Pengelola mal raksasa di Surabaya, Pakuwon Group, akhirnya menyerah. Pagar di Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall resmi dipendekkan. Langkah ini diambil hanya beberapa hari setelah imbauan keras dari Wali Kota Eri Cahyadi. Estetika kota kini jadi prioritas utama.
Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh manajemen Pakuwon Group, Jumat sore. Mereka menyatakan mematuhi arahan pemkot demi wajah kota yang lebih terbuka dan modern. Pagar yang sebelumnya menjulang tinggi kini dipangkas signifikan. Proses pengerjaan dilaporkan berjalan cepat, melibatkan puluhan pekerja.
Walkot Eri Cahyadi: 'Ini Kemenangan Ruang Publik'
Wali Kota Eri Cahyadi menyambut langkah ini dengan apresiasi. Ia menegaskan bahwa pagar tinggi selama ini menghalangi interaksi antara ruang publik dan area komersial. "Kota ini milik semua. Pagar tinggi itu seperti tembok pemisah," ujarnya singkat. Imbauan tersebut, menurutnya, bukan larangan, melainkan ajakan berbenah.
Eri juga menekankan bahwa Surabaya sedang bertransformasi menjadi kota global. Estetika dan keterbukaan adalah kunci. "Kita ingin semua orang merasa nyaman berjalan kaki di trotoar, bukan melihat beton," tambahnya. Data dari Dinas PU Bina Marga menunjukkan, total panjang pagar yang dipangkas mencapai 1,2 kilometer di dua lokasi tersebut.
- Lokasi terdampak: Tunjungan Plaza (area utara dan selatan) serta Pakuwon Mall (zona timur).
- Ketinggian awal: 3,5 meter — kini turun menjadi 1,2 meter.
- Waktu pengerjaan: Dimulai Rabu malam, rampung Jumat dini hari.
- Biaya: Ditanggung penuh oleh pengelola, diperkirakan mencapai Rp 2,5 miliar.
Reaksi Warga dan Pengunjung
Saksi mata di lokasi melaporkan suasana berbeda sejak pagi. Trotoar di depan Tunjungan Plaza kini terasa lebih lega. "Dulu seperti di dalam kandang. Sekarang kita bisa melihat langsung ke dalam mal," kata seorang pengunjung, Andini (29). Pengelola juga memasang tanaman hias di sepanjang pagar baru sebagai pengganti. Hal ini menambah kesan asri.
Namun, tidak semua pihak setuju. Sebagian pengunjung khawatir soal keamanan. "Semoga tidak ada pencurian atau hal lain," ujar Budi (45), warga Wonokromo. Menanggapi hal ini, manajemen Pakuwon Group menjamin akan menambah personel keamanan. Mereka juga akan memasang kamera pengawas tambahan di titik-titik strategis.
Latar Belakang Imbauan
Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah mengeluarkan surat edaran resmi. Isinya meminta seluruh pengelola pusat perbelanjaan di Surabaya untuk meninjau ulang desain pagar. Alasan utamanya adalah kesan eksklusif yang berlebihan. Pemkot menilai pagar tinggi justru membuat kota terkesan tertutup. Imbauan ini juga menyasar mal-mal lain, seperti Galaxy Mall dan Supermal Pakuwon Indah.
Pakuwon Group menjadi yang pertama merespons. Mereka bergerak cepat setelah pertemuan tertutup dengan pejabat pemkot. "Kami tidak ingin ada gesekan. Yang penting adalah kolaborasi," kata Direktur Operasional Pakuwon Group, yang enggan disebut namanya. Mereka juga berjanji akan mengevaluasi pagar di properti lain milik mereka.
Dampak Lebih Luas
Langkah ini diprediksi menjadi preseden bagi mal-mal lain di Surabaya. Pengamat tata kota, Dr. Rudi Hartono, menilai ini langkah berani. "Ini ujian bagi pengelola lain. Apakah mereka mau mengikuti atau tidak," ujarnya. Ia juga menyebut bahwa tren dunia memang mengarah pada konsep mal tanpa pagar. "Contohnya di Singapura dan Jepang, mal menyatu dengan jalanan."
Pemkot Surabaya berencana melakukan audit visual ke semua mal dalam dua minggu ke depan. Jika ada yang masih membandel, sanksi tegas akan dijatuhkan. Mulai dari denda administratif hingga pencabutan izin operasional sementara. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pengelola mal lain.
Proses Pengerjaan dan Detail Teknis
Proses pemendekkan pagar dilakukan dengan metode pemotongan manual dan bantuan alat berat. Beton pagar lama dihancurkan, lalu diganti dengan pagar besi tempa yang lebih ramping. Cat baru berwarna abu-abu muda diaplikasikan agar serasi dengan fasad bangunan. Pekerja juga memperbaiki trotoar yang sempat rusak akibat pondasi pagar lama.
Manajemen memastikan tidak ada gangguan operasional mal selama pengerjaan. Aktivitas bongkar muat barang diatur ulang ke jam-jam sepi. Pengunjung tetap bisa masuk melalui pintu utama yang tidak terdampak. Hingga berita ini ditulis, pengerjaan telah 100 persen selesai. Pantauan langsung di lokasi menunjukkan pagar baru terlihat elegan dan tidak mengurangi keamanan.
Keputusan ini menjadi sorotan nasional. Banyak kota lain mulai melirik langkah Surabaya. Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, ini bukan soal siapa menang atau kalah. "Ini soal masa depan kota kita," pungkasnya. Update perkembangan akan terus kami sampaikan.
Comments (0)