Aug 24, 2026
breaking

BREAKING: Mensos Bidik 150 Ribu Anak Masuk Sekolah Rakyat pada 2027

JAKARTA — BREAKING: Pemerintah membidik 150.000 anak dari keluarga kurang mampu menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat pada 2027. Target itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.Angka tersebut ...

BREAKING: Mensos Bidik 150 Ribu Anak Masuk Sekolah Rakyat pada 2027

JAKARTA — BREAKING: Pemerintah membidik 150.000 anak dari keluarga kurang mampu menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat pada 2027. Target itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Angka tersebut melonjak jauh dibanding capaian awal program. Pemerintah ingin lebih banyak anak miskin terangkat melalui pendidikan gratis berasrama.

Target Besar hingga 2027

Mensos menyebut penambahan jumlah peserta didik menjadi prioritas utama. Sekolah Rakyat dirancang menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di berbagai daerah.

Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan. Program ini disebut menjadi andalan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Tahap awal program sudah berjalan. Puluhan sekolah beroperasi di sejumlah provinsi. Ribuan anak dilaporkan telah menikmati layanan pendidikan gratis dengan fasilitas asrama lengkap.

Capaian itu menjadi modal menuju target 2027. Pemerintah optimistis angka 150.000 siswa bisa tercapai dengan perluasan bertahap dan dukungan semua pihak.

Mengenal Program Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat adalah sekolah berasrama yang sepenuhnya dibiayai negara. Seluruh kebutuhan siswa ditanggung pemerintah. Mulai dari seragam, buku, makan bergizi, hingga tempat tinggal.

Program ini menyasar anak usia sekolah dari keluarga penerima manfaat. Data kemiskinan pemerintah menjadi rujukan utama penjaringan peserta didik di lapangan.

Konsep asrama dipilih agar anak fokus belajar. Mereka terbebas dari beban ekonomi keluarga. Lingkungan belajar juga lebih terkontrol, aman, dan kondusif.

Kurikulum yang digunakan setara sekolah formal. Siswa mendapat pelajaran umum, pembinaan karakter, dan keterampilan. Lulusan diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Perluasan Bertahap di Berbagai Daerah

Pemerintah menyiapkan perluasan bertahap. Sejumlah gedung sekolah dan aset negara direvitalisasi menjadi kampus Sekolah Rakyat. Langkah ini menekan biaya pembangunan dari nol.

Daerah dengan angka kemiskinan tinggi menjadi prioritas. Pemerataan dipastikan agar program tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.

Kementerian Sosial berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain. Dukungan anggaran dan sumber daya manusia terus digodok. Rekrutmen guru serta tenaga kependidikan juga disiapkan sejak dini.

Cara Penjaringan dan Seleksi Siswa

Calon siswa dijaring melalui data sosial ekonomi pemerintah. Pendamping sosial ikut memverifikasi kondisi keluarga di lapangan. Proses ini memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.

Keluarga tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun. Masyarakat diimbau waspada terhadap pungutan liar. Semua layanan Sekolah Rakyat bersifat gratis penuh.

Dampak bagi Keluarga Miskin

Bagi keluarga miskin, program ini melepas beban ganda. Biaya pendidikan hilang. Kebutuhan harian anak juga terpenuhi di asrama.

Orang tua bisa fokus bekerja memperbaiki ekonomi keluarga. Anak mendapat gizi layak dan pendidikan bermutu. Dua persoalan kemiskinan terpotong sekaligus dalam satu program.

Pengamat menilai pendidikan adalah jalan paling efektif mengentaskan kemiskinan. Satu anak yang bersekolah bisa mengubah nasib satu keluarga.

Tantangan ke Depan

Target 150.000 anak bukan perkara mudah. Kebutuhan gedung, guru, dan anggaran sangat besar. Kualitas layanan juga harus terjaga saat skala diperbesar.

Pemerataan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah lain. Daerah terpencil membutuhkan perhatian khusus agar tidak tertinggal dari program ini.

Pemerintah menyatakan siap menghadapi tantangan itu. Evaluasi berkala dilakukan. Masukan dari pemerintah daerah dan masyarakat terus ditampung.

UPDATE: Detail teknis penerimaan peserta didik baru akan diumumkan resmi. Masyarakat diminta memantau kanal resmi pemerintah. Jangan percaya informasi dari sumber tidak jelas.

Perkembangan program ini akan terus dipantau. Beritatercepat akan memperbarui informasi begitu ada konfirmasi lanjutan dari pihak terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User