Monday, 24 August 2026 | 15:38 WIB

BREAKING: Ibu Aboru Panjat Tower 72 Meter Robohkan Bendera RMS

BARU SAJA, seorang ibu di Negeri Aboru, Kabupaten Maluku Tengah, nekat panjat tower setinggi 72 meter tanpa alat pengaman untuk robohkan bendera RMS.Welhemina Rumra alias Sinay lakukan aksi heroik ini...

Aug 17, 2026 - 19:48
0 1
BREAKING: Ibu Aboru Panjat Tower 72 Meter Robohkan Bendera RMS

BARU SAJA, seorang ibu di Negeri Aboru, Kabupaten Maluku Tengah, nekat panjat tower setinggi 72 meter tanpa alat pengaman untuk robohkan bendera RMS.

Welhemina Rumra alias Sinay lakukan aksi heroik ini atas dorongan hati nurani. Dia tak tahan melihat simbol terlarang berkibar di kampung halamannya. Masyarakat Aboru ingin hidup damai tanpa provokasi separatisme masa lalu.

UPDATE perkembangan, Welhemina adalah ibu dari seorang calon prajurit TNI. Dia ingin masa depan generasi muda tetap aman dari pengaruh radikal. Aksi ini murni dari kesadaran warga, bukan perintah aparat.

Dia naik tower dengan tangan kosong. Di puncak, dia berdoa terlebih dahulu. Lalu dia putuskan tali rapia pakai tangan. Tangannya berdarah. Bendera RMS berhasil diturunkan ke bawah.

Detail Aksi Berbahaya

  • Tower 72 meter didaki tanpa alat pengaman apapun
  • Tangan berdarah akibat memutus tali rapia bendera terlarang
  • Dorongan pribadi murni dari kesadaran warga lokal Aboru
  • Calon prajurit TNI menjadi motivasi utama sang ibu
  • Masyarakat menolak narasi dukungan terhadap gerakan separatisme

Pangdam XV/Pattimura KONFIRMASI keberanian Welhemina. Pihak militer apresiasi langkah tegas menjaga kedamaian wilayah. Aksi itu bukti mayoritas warga Aboru cinta NKRI. Propaganda separatis tidak laku di sana.

Saksi mata di lokasi melihat ibu itu memanjat dengan sigap. Tidak ada evakuasi darurat karena aksi berjalan lancar. Warga sekitar sempat tegang menyaksikan aksi nekat tersebut.

BREAKING, narasi seluruh warga Maluku dukung RMS adalah keliru. Masyarakat Aboru buktikan penolakan nyata lewat aksi berani ini. Simbol terlarang tidak pantas berkibar di tanah air.

Welhemina tegaskan dia berdiri dan berdoa di tiang. Dia panjat 72 meter dengan tekad baja. Di puncak, dia koyakkan bendera asing itu. Darah mengucur dari tangannya. Dia tetap lanjutkan misi.

Kejadian ini jadi peringatan keras bagi oknum provokator. Jangan manfaatkan isu lama untuk ganggu stabilitas. Masyarakat sudah jenuh dengan propaganda bohong. Keadilan dan kedamaian adalah pilihan utama.

Pangdam menegaskan siaga tetap dijaga. TNI siap amankan wilayah dari ancaman separatisme. Aksi Welhemina jadi inspirasi perlawanan rakyat. NKRI harga mati bagi warga Negeri Aboru.

Dilaporkan, aksi ini terjadi di siang hari. Warga sempat heboh melihat seorang wanita climb tower setinggi gedung. Beberapa orang berteriak memberi semangat dari bawah. suasana tegang menyelimuti lokasi kejadian.

Ibu ini bukan tentara. Dia hanya warga sipil biasa. Namun cintanya pada NKRI melampaui rasa takut. Bahaya jatuh tidak membuatnya surut sedikit pun.

Pemerintah daerah belum berikan pernyataan resmi. Namun warga setempat sudah ramai membicarakan keberanian luar biasa ini. Medsos dipenuhi pujian untuk sang ibu. Netizen sebut dia pejuang sesungguhnya.

Tim darurat standby di area tower. Mereka siap bantu jika terjadi hal tidak diinginkan. Beruntung Welhemina turun dengan selamat. Aksi berhasil tanpa korban jiwa.

Bendera RMS kini tidak lagi berkibar. Tali rapia putus di tangan seorang ibu. Simbol pengkhianatan itu turun ke tanah. Kemenangan rakyat Aboru tercatat dalam sejarah lokal.

Welhemina ingin anak-anaknya tumbuh tanpa beban konflik. Dia ingin generasi penerus fokus bangun negeri. Isu separatisme hanya menghambat kemajuan. Masa depan harus bebas dari rasa takut.

Pangdam XV/Pattimura menyebut aksi ini langkah patriotik. Dia ajak masyarakat meneladani semangat juang Welhemina. Jangan biarkan provokator pecah belah bangsa. Persatuan adalah kunci kemajuan Maluku.

Dikabarkan, polisi masih selidiki siapa pengibar bendera terlarang. Identitas oknum belum dikonfirmasi pihak berwenang. Penyelidikan intensif terus berlangsung di lapangan. Warga diminta tetap tenang dan tidak provokasi.

Menit lalu, video aksi heroik ini viral. Jutaan orang tonton rekaman amatir di internet. Netizen beri komentar positif dan dukungan. Welhemina jadi sorotan nasional dalam sekejap.

Aksi satu orang bisa picu gelombang besar. Warga mulai sadar bahaya isu separatisme. Mereka tak mau wilayahnya jadi sarang konflik. Kedamaian adalah harta paling berharga.

Tower 72 meter kini jadi saksi bisu. Struktur besi itu menyimpan kisah patriotisme seorang ibu. Generasi mendatang akan dengar legenda ini. Welhemina Rumra telah tulis nama dalam emas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User