BREAKING: 995 Senjata Ditemukan di Yayasan Sekolah Jaksel
BARU SAJA — Polisi menggeledah sebuah yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, dan menemukan 995 senjata yang terdiri dari airsoft gun dan senjata api. Temuan ini mengguncang lingku...
BARU SAJA — Polisi menggeledah sebuah yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, dan menemukan 995 senjata yang terdiri dari airsoft gun dan senjata api. Temuan ini mengguncang lingkungan pendidikan dan memicu penyelidikan intensif.
Penggeledahan dilakukan pada hari ini setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat. Senjata-senjata tersebut ditemukan di ruang ketua yayasan yang selama ini dianggap sebagai area administratif biasa. Polisi langsung mengamankan lokasi dan menyita seluruh barang bukti.
Rincian Temuan Senjata
Dari hasil pendataan awal, polisi mengonfirmasi bahwa total 995 pucuk senjata berhasil diamankan. Jumlah ini jauh melampaui perkiraan awal yang hanya puluhan unit. Berikut rinciannya:
- Airsoft gun: 850 unit — mayoritas ditemukan dalam kondisi terawat dan siap pakai.
- Senjata api: 145 unit — termasuk pistol dan revolver berbagai kaliber.
- Aksesori: ribuan peluru, magasin, dan alat pembersih senjata.
Polisi masih melakukan identifikasi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan asal-usul senjata api tersebut. Beberapa di antaranya diduga merupakan senjata rakitan atau modifikasi.
Kronologi Penggeledahan
Penggeledahan berlangsung sekitar tiga jam dengan pengawalan ketat. Tim dari Brimob dan Reserse Kriminal Umum diterjunkan ke lokasi. Saksi mata melaporkan melihat puluhan petugas bersenjata lengkap memasuki gedung yayasan pada pagi hari.
"Mereka membawa kotak-kotak besar dan karung," ujar seorang saksi yang enggan disebutkan namanya. "Prosesnya sangat cepat dan terorganisir."
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak yayasan. Namun, polisi telah memasang garis polisi di sekitar ruang ketua yayasan dan area penyimpanan lainnya.
Dampak dan Tindak Lanjut
Temuan ini langsung menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa. Beberapa di antaranya dilaporkan menjemput anak-anak mereka lebih awal. Pihak sekolah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait operasional kegiatan belajar mengajar.
Polisi kini memburu ketua yayasan yang belum ditemukan di lokasi. Ia diduga kuat sebagai pemilik atau penyimpan senjata-senjata tersebut. "Kami sedang melakukan pengejaran," ujar seorang petugas di lokasi.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan lingkungan pendidikan. Kepolisian akan memeriksa izin kepemilikan senjata dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Evakuasi senjata telah selesai dilakukan dan barang bukti dibawa ke Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Polisi menjanjikan perkembangan baru dalam waktu dekat.
Comments (0)