BREAKING: 140 Mahasiswa dari 13 Negara Ikuti Program Keberlanjutan UMN
MENIT LALU — Sebanyak 140 mahasiswa internasional resmi memulai Sustainability Immersion Program (SIP) 2026 di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Mereka tiba dari 13 negara dan langsung mengiku...
MENIT LALU — Sebanyak 140 mahasiswa internasional resmi memulai Sustainability Immersion Program (SIP) 2026 di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Mereka tiba dari 13 negara dan langsung mengikuti pembukaan pagi ini.
Rektor UMN, Dr. Ninok Leksono, mengonfirmasi program ini berlangsung dua pekan penuh. Acara dibuka pukul 08.30 WIB di aula kampus. “Tahun ini lebih besar dari sebelumnya,” ujarnya. Tahun lalu hanya 80 peserta yang terlibat.
Detail Cepat Program
- 140 mahasiswa asing dari 13 negara
- 10 sesi: workshop, diskusi panel, dan kunjungan
- 2 minggu durasi penuh, 5 lokasi lapangan
- Lokasi kunci: hutan kota BSD, bank sampah Serpong, PLTS atap
- Pembicara dari Jepang, Belanda, Australia
- Peserta dibagi ke 10 kelompok proyek
Dilaporkan, peserta akan mengunjungi Taman Hutan Kota BSD untuk audit jejak karbon. Mereka juga akan mengolah sampah organik di pusat daur ulang Serpong. Instalasi panel surya di kampus menjadi laboratorium hidup.
Sesi pertama langsung dimulai pukul 09.00 WIB. Tema utama: “Krisis Iklim dan Solusi Lokal.” Prof. Kim dari Universitas Tokyo menjadi pembicara kunci. Ia membahas dampak perubahan iklim di Asia.
Para mahasiswa berasal dari Asia, Eropa, dan Afrika. Negara asal mereka antara lain Mesir, Kenya, India, Jepang, dan Belanda. Seluruh peserta tinggal di asrama UMN selama program.
Proses Seleksi Ketat
Ketua panitia Rina Wijaya menjelaskan, pendaftar mencapai 300 orang. Hanya 140 lolos setelah melalui esai, wawancara, dan rekomendasi. “Seleksi sangat ketat karena minat tinggi,” ujarnya. Peserta terpilih adalah mahasiswa tingkat akhir yang fokus pada isu lingkungan.
Kesan Peserta
Ahmed (22) dari Mesir mengaku tak sabar. “Saya ingin belajar manajemen sampah untuk terapkan di Kairo,” katanya. Yuki, mahasiswi Jepang, menyebut energi terbarukan sebagai topik favoritnya. Sementara Lisa dari Belanda memuji fasilitas hijau kampus. “Lingkungannya sangat mendukung,” ujarnya.
Dukungan Resmi
Pemerintah melalui KLHK menyambut baik program ini. Dirjen Pengelolaan Sampah, Rosa Vivien Ratnawati, mengapresiasi langkah UMN. “Ini sejalan dengan target pengurangan emisi nasional,” ujarnya dalam sambutan virtual. Beberapa duta besar negara peserta juga hadir.
Rencana Ke Depan
UMN berencana menjadikan SIP ajang tahunan. Target 2027 adalah 200 mahasiswa dari 20 negara. Pendaftaran tahun depan akan dibuka bulan depan. Rektor berharap program ini memicu lebih banyak riset kolaboratif. “Kami ingin mencetak agen perubahan global,” tegasnya. Proyek terbaik akan mendapat pendanaan dari kampus.
Hingga berita ini diturunkan, acara masih berlangsung. Pantau terus Detik Ini Juga untuk update selanjutnya.
Comments (0)