Bocah 9 Tahun di Sulut Menangis Dirundung Teman, Ekonomi Keluarga Jadi Sasaran
BARU SAJA — Rekaman video seorang siswi sekolah dasar menangis tersedu-sedu viral di media sosial. Anak perempuan berusia 9 tahun itu menjadi korban perundungan oleh kawan-kawannya sendiri hanya kar...
BARU SAJA — Rekaman video seorang siswi sekolah dasar menangis tersedu-sedu viral di media sosial. Anak perempuan berusia 9 tahun itu menjadi korban perundungan oleh kawan-kawannya sendiri hanya karena latar belakang ekonomi keluarga yang pas-pasan.
Peristiwa memilukan ini terjadi di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Korban diketahui bernama Anisa Azahra Munaimbala. Ia duduk di bangku kelas 3 SD. Dalam video yang beredar, tampak Anisa menangis histeris sambil memegangi tasnya. Beberapa temannya terlihat mengejek dan menertawakan.
Kronologi: Ejekan soal Rumah dan Kemiskinan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perundungan bermula dari ejekan yang dilontarkan teman-teman sekelas Anisa. Mereka menyebut rumah Anisa jelek, orang tuanya miskin, dan kondisi ekonomi keluarganya yang serba kekurangan. Ejekan itu terus berlanjut hingga membuat Anisa tak kuasa menahan tangis.
“Rumah kamu jelek, bapak kamu miskin,” demikian salah satu kalimat yang diduga diucapkan pelaku perundungan. Saksi mata menyebut insiden terjadi di lingkungan sekolah, saat jam istirahat. Kepala sekolah setempat dikonfirmasi belum memberikan respons. Namun, guru kelas korban mengaku kejadian berlangsung di luar pengawasan. “Saat itu jam istirahat, kami tidak tahu sampai akhirnya video ini tersebar,” ujarnya.
- Nama Korban: Anisa Azahra Munaimbala
- Usia: 9 tahun
- Sekolah: SD di Minahasa Tenggara
- Jenis Perundungan: Verbal, mengejek kondisi ekonomi
- Lokasi: Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara
Keluarga Syok, Minta Pelaku Diberi Sanksi
Orang tua Anisa mengaku syok dan tidak menyangka anaknya menjadi korban perundungan. Sang ayah, yang bekerja serabutan, hanya bisa pasrah. Pihak keluarga meminta sekolah dan dinas terkait segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku.
“Kami tidak terima anak kami diperlakukan seperti itu. Ini sudah keterlaluan,” ujar salah satu anggota keluarga dengan nada geram.
Viral di Media Sosial, Warganet Geram
Video tangis Anisa langsung menyebar cepat di platform TikTok, Instagram, dan grup WhatsApp. Warganet ramai-ramai menyuarakan kecaman terhadap aksi perundungan tersebut. Tagar #StopBullying dan #LindungiAnak menjadi trending di sejumlah wilayah.
Banyak netizen meminta pihak berwenang turun tangan. Mereka menilai kasus ini menjadi alarm keras masih maraknya perundungan di lingkungan sekolah, terutama yang dipicu kesenjangan ekonomi.
Pemerintah Daerah Diminta Bertindak
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Tenggara BELUM memberikan pernyataan resmi. Namun, sumber internal menyebut pihak sekolah tengah menggelar mediasi antara keluarga korban dan orang tua pelaku.
Psikolog anak mengingatkan, trauma akibat perundungan bisa berdampak panjang terhadap perkembangan mental korban. Diperlukan pendampingan psikologis segera untuk Anisa. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga telah memberikan perhatian terhadap kasus ini. Pihak kementerian mengecam keras aksi perundungan dan meminta penegakan hukum yang adil.
UPDATE: Kapolsek setempat dikabarkan telah mengunjungi rumah korban dan akan memfasilitasi penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, desakan agar pelaku tetap mendapat sanksi tegas terus mengalir.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kemiskinan bukan alasan untuk merundung. Setiap anak berhak mendapat rasa aman dan nyaman di sekolah.
Comments (0)