Sep 17, 2026
Hukum

BNPB Catat 37,84 Hektare Lahan di Jatim dan Kaltara Terbakar

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terkini mengenai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah

BNPB Catat 37,84 Hektare Lahan di Jatim dan Kaltara Terbakar

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terkini mengenai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik di Indonesia. Berdasarkan data rekapitulasi penanganan bencana terbaru, tercatat sedikitnya 37,84 hektare lahan hangus terbakar dalam tiga kejadian terpisah di wilayah Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Utara.

Peningkatan eskalasi titik panas (hotspot) ini dipicu oleh kondisi cuaca kering dan embusan angin kencang di musim kemarau, yang mempercepat perambatan api pada vegetasi semak belukar serta lahan gambut maupun mineral kering. Tim reaksi cepat gabungan di masing-masing daerah terus disiagakan untuk memitigasi potensi kebakaran susulan yang lebih masif.

Kronologi dan Sebaran Insiden Karhutla

Berdasarkan laporan operasional lapangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat yang dihimpun Pusdalops BNPB, berikut adalah rangkaian kronologi penanganan karhutla di kedua provinsi tersebut:

  1. Deteksi Awal Titik Panas: Citra satelit dan patroli udara mendeteksi anomali suhu tinggi di beberapa zona hutan rakyat dan kawasan semak belukar di Jawa Timur dan Kalimantan Utara secara berturut-turut.
  2. Penyebaran Api Cepat di Jawa Timur: Di Jawa Timur, material vegetasi yang kering memicu api menjalar cepat melintasi lereng dan areal perkebunan warga sebelum akhirnya dapat dilokalisasi tim pemadam.
  3. Kebakaran Lahan di Kalimantan Utara: Karakteristik lahan di wilayah Kalimantan Utara yang sebagian bertanah gambut menyebabkan api menyusup ke bawah permukaan tanah, menghasilkan kepulan asap tebal yang menyulitkan regu darat.
  4. Operasi Pemadaman Terpadu: Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta relawan segera diterjunkan untuk memutus jalur bara api.
"BNPB terus mengkoordinasikan langkah cepat bersama BPBD daerah terdampak guna memastikan api benar-benar padam hingga ke lapisan tanah terdalam, sekaligus mencegah timbulnya titik api baru akibat angin kencang," tegas juru bicara penanggulangan bencana BNPB dalam rilis resminya.

Kendala Pemadaman dan Dampak Kerusakan

Kendati berhasil dikendalikan, operasi pemadaman di lapangan menemui sejumlah kendala geografis dan logistik yang cukup menantang. Tim darat kerap dihadapkan pada keterbatasan sumber air di lokasi remote serta topografi curam yang sulit dijangkau armada pemadam kebakaran roda empat.

Berikut sejumlah dampak dan tantangan utama yang dihadapi petugas di lapangan:

  • Kerusakan Ekologis: Total akumulasi vegetasi hutan dan semak yang terbakar mencapai 37,84 hektare, mengancam keanekaragaman hayati lokal.
  • Polusi Asap Lokal: Asap pekat sempat mengaburkan jarak pandang dan berpotensi memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagi warga di sekitar lingkar kebakaran.
  • Aksesibilitas Medan: Banyak titik api berjarak jauh dari jalur utama, sehingga petugas terpaksa melakukan pemadaman manual menggunakan jet shooter (pompa punggung) dan gepyok.

Langkah Antisipasi dan Imbauan Kewaspadaan

Mengantisipasi puncak musim kemarau yang masih berlangsung, BNPB menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk memperketat patroli rutin di kawasan rawan karhutla. Pendekatan berbasis komunitas turut diintensifkan melalui edukasi kepada masyarakat tani agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan juga diminta secara tegas untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan sisa api unggun tanpa memastikan kondisinya telah padam total. Sinergi antara pemantauan teknologi satelit dan laporan cepat dari warga diharapkan mampu menekan luasan karhutla sedini mungkin sebelum meluas menjadi bencana kabut asap regional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User