Monday, 24 August 2026 | 08:11 WIB

BMKG: 5.688 Gempa Susulan Guncang NTT, 130 Dirasakan Warga

BARU SAJA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 5.688 gempa susulan setelah gempa utama magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).Data terbaru dipaparkan ...

Aug 24, 2026 - 00:42
0 0
BMKG: 5.688 Gempa Susulan Guncang NTT, 130 Dirasakan Warga

BARU SAJA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 5.688 gempa susulan setelah gempa utama magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Data terbaru dipaparkan hingga Minggu (23/8) pukul 05.00 WIB. Gempa susulan terbesar tercatat magnitudo 6,2. Getaran terkecil terukur pada magnitudo 1,1.

Fakta Kunci Gempa Susulan

Sebanyak 32 gempa susulan berkekuatan di atas magnitudo 5. Sementara 130 gempa dirasakan langsung oleh warga. Seluruh getaran itu menyusul guncangan utama yang terjadi pada pekan lalu.

Rentang magnitudo susulan sangat lebar, dari guncangan nyaris tak terasa hingga getaran yang memicu kerusakan tambahan. Getaran berkekuatan enam ke atas tetap mengancam bangunan yang telah melemah. Kondisi ini membuat warga tidak bisa sepenuhnya tenang.

Getaran yang terasa memicu kepanikan berulang di sejumlah titik. Warga di pengungsian beberapa kali berlarian keluar saat bumi kembali bergoyang. Kondisi ini menambah tekanan psikologis bagi korban yang masih trauma.

Proyeksi Aktivitas Susulan

BMKG menyebut grafik peluruhan gempa mulai menunjukkan tren penurunan. Meski begitu, aktivitas susulan belum berakhir.

Getaran susulan diperkirakan masih berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu setelah gempa utama. Penurunan aktivitas tidak berarti ancaman telah hilang sepenuhnya.

Masyarakat diminta tetap siaga selama periode tersebut. Setiap getaran berkekuatan signifikan tetap berpotensi menimbulkan kerusakan tambahan. Bangunan yang telah retak menjadi paling rentan.

Gempa utama yang memicu rentetan susulan ini tercatat sebagai salah satu guncangan terkuat di kawasan tersebut dalam periode terakhir. Energi besar yang dilepas membuat bumi belum sepenuhnya stabil. Proses penyeimbangan kembali itulah yang memicu gempa susulan.

Kerusakan di Tujuh Kabupaten

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa utama. Kerusakan menyebar di tujuh kabupaten terdampak.

Data terbaru diperbarui pada hari kedelapan, Sabtu (22/8). Sebanyak 19.006 rumah rusak berat. Sebanyak 11.777 rumah rusak sedang. Adapun 23.188 rumah rusak ringan.

Mayoritas rumah rusak berat tersebar di wilayah dengan guncangan paling kuat. Sebagian besar bangunan korban berbahan nonpermanen. Material sederhana membuat bangunan sulit bertahan dari getaran besar.

Jumlah kerusakan diperkirakan masih bisa bertambah. Tim di lapangan masih menemukan rumah rusak di wilayah terpencil. Data akhir baru akan dipastikan setelah seluruh proses pendataan rampung.

Ribuan warga kini tinggal di posko-posko pengungsian. Lapangan-lapangan terbuka dialihfungsikan menjadi tempat berteduh sementara. Tenda-tenda darurat didirikan di sejumlah titik.

Verifikasi dan Validasi Data

BNPB menerjunkan tim ke tujuh kabupaten terdampak. Tim berasal dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Mereka mempersiapkan proses verifikasi dan validasi data kerusakan rumah.

Pendataan berjalan bersamaan dengan fase tanggap darurat. Kedua proses dilakukan secara paralel agar tidak saling menunggu. Hasil verifikasi akan menjadi dasar penyaluran bantuan perbaikan.

Petugas pendataan bergerak secara bertahap ke seluruh titik. Sejumlah wilayah terdampak berada di kawasan perbukitan. Akses terbatas memperlambat proses pendataan di lapangan.

Ketepatan data menjadi kunci penyaluran bantuan. Data yang akurat memastikan bantuan tepat sasaran. Proses validasi dilakukan langsung di lokasi kerusakan.

Penanganan Tanggap Darurat

Penanganan fase darurat terus berjalan seiring pendataan. Logistik kebutuhan pokok disalurkan ke posko-posko pengungsian. Bantuan medis juga dikerahkan untuk warga yang membutuhkan perawatan.

Bantuan logistik didistribusikan secara bertahap mengikuti kondisi akses. Distribusi di wilayah pesisir berjalan lebih cepat dibanding kawasan pegunungan. Koordinasi antarinstansi terus diperkuat setiap hari.

Evakuasi korban terus dimaksimalkan di titik-titik terdampak. Kelompok rentan mendapat prioritas utama dalam proses evakuasi. Anak-anak dan lansia diutamakan untuk dipindahkan lebih awal.

Tenaga kesehatan ditempatkan di sejumlah pos pengungsian. Layanan ini menangani korban dengan cedera ringan hingga berat. Pasien dengan kondisi kritis dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Imbauan kepada Masyarakat

Warga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Kabar palsu dapat memicu kepanikan di tengah kondisi darurat. Masyarakat diimbau menyaring setiap informasi yang beredar.

Warga pesisir diminta menjauhi pantai ketika getaran kuat terasa. Langkah ini bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi gelombang. Kewaspadaan tetap dijaga hingga status dinyatakan aman.

Pemulihan pascabencana akan menjadi fase berikutnya setelah tanggap darurat. Rekonstruksi rumah rusak menjadi prioritas utama. Seluruh proses bergantung pada hasil verifikasi data yang tengah berjalan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User