Blokade Jalan di Bojonegara Serang, Warga Kawal Proyek Pelebaran
BREAKING — Akses utama di Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, lumpuh total beberapa jam lalu. Gelombang massa memblokade ruas jalan provinsi yang menjadi nadi penghubung dua kecamatan. Tuntutan tu...
BREAKING — Akses utama di Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, lumpuh total beberapa jam lalu. Gelombang massa memblokade ruas jalan provinsi yang menjadi nadi penghubung dua kecamatan. Tuntutan tunggal: percepatan proyek pelebaran Jalan Bojonegara-Puloampel yang sudah terlalu lama menjadi janji kosong.
Kemacetan Parah Membentang
Blokade spontan itu memicu kemacetan parah. Antrean kendaraan mengular hingga lebih dari tiga kilometer di kedua sisi. Ratusan pengendara roda empat, truk, dan sepeda motor tak bisa bergerak. Aktivitas logistik menuju kawasan industri di sekitar Pelabuhan Bojonegara ikut terhenti. Sejumlah saksi menyebut kemacetan berlangsung selama hampir tiga jam sebelum petugas mampu mengurai situasi.
Tuntutan yang Tak Bisa Ditawar
Massa yang terdiri dari warga lintas dusun membawa puluhan poster dan spanduk bertuliskan desakan percepatan. Mereka menolak kendaraan melintas sebelum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah. Poin tuntutan utama:
- Pelebaran jalan fisik harus dimulai paling lambat triwulan keempat tahun ini.
- Bukan hanya seremoni peletakan batu pertama, tetapi pengerjaan konkret di lapangan.
- Pemerintah wajib merilis jadwal dan anggaran detail untuk proyek tersebut.
"Kami sudah puluhan tahun mendengar janji. Sekarang saatnya lihat alat berat masuk," tegas salah satu koordinator aksi di tengah massa. Warga mengeluhkan kondisi ruas Jalan Bojonegara-Puloampel yang makin sempit dan rusak, membahayakan pengguna sekaligus mematikan pertumbuhan ekonomi lokal.
Respons Pemerintah dan Mediasi
Aparat kepolisian dari Polres Serang dan TNI turun ke lokasi sekitar pukul 09.15 WIB untuk menengahi sekaligus mengamankan arus lalu lintas. Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang hadir dalam mediasi dadakan yang digelar di tengah jalan yang diblokade. Hasil pertemuan tersebut menyepakati bahwa proses tender akan dipercepat dan proyek masuk dalam APBD Perubahan tahun berjalan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Serang yang turut hadir menyatakan, "Kami berkomitmen memulai pekerjaan fisik segera setelah anggaran disetujui. Tidak ada lagi penundaan." Pernyataan itu langsung disambut sorakan semringah oleh massa, namun mereka menegaskan akan mengawal ketat realisasi janji tersebut.
Jalan akhirnya mulai dibuka kembali pada pukul 11.30 WIB setelah massa merasa cukup dengan komitmen yang diberikan. Arus lalu lintas perlahan pulih, meski petugas gabungan masih berjaga mengantisipasi potensi aksi susulan. Warga mengancam akan kembali menutup total akses jika tenggat waktu yang disepakati tidak dipenuhi. Proyek infrastruktur ini kini menjadi perhatian utama dan dipantau ketat oleh ribuan pasang mata.
Comments (0)