Aug 25, 2026
breaking

Bima Arya Desak Pemda Jadikan Penghijauan Gerakan Berkelanjutan

BARU SAJA — Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya melontarkan desakan keras kepada seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Penghijauan, tegasnya, tidak boleh lagi berhenti sebagai seremoni tahunan. P...

Bima Arya Desak Pemda Jadikan Penghijauan Gerakan Berkelanjutan

BARU SAJA — Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya melontarkan desakan keras kepada seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Penghijauan, tegasnya, tidak boleh lagi berhenti sebagai seremoni tahunan. Program itu wajib bertransformasi menjadi gerakan berkelanjutan yang terukur, terawat, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Arahan ini disampaikan Wamendagri dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah. Ia menekankan dua pilar utama yang tidak bisa ditawar. Pertama, kolaborasi lintas pihak. Kedua, perawatan jangka panjang. Tanpa keduanya, penanaman pohon hanya akan menjadi deretan angka di atas kertas.

Penghijauan Bukan Lagi Proyek Musiman

Bima Arya menyoroti kebiasaan lama yang dinilai keliru besar. Banyak daerah menggelar tanam pohon serentak, lalu berhenti total begitu acara usai. Ribuan bibit dibiarkan kering dan mati tanpa ada yang menyiram.

Pola seperti itu, menurutnya, wajib diakhiri sekarang juga. Penghijauan harus masuk agenda rutin daerah sepanjang tahun. Bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang peringatan hari lingkungan hidup.

Ia menegaskan setiap pohon yang ditanam harus memiliki penanggung jawab jelas. Setiap lokasi penanaman wajib memiliki jadwal perawatan tertulis. Dengan begitu, tidak ada lagi bibit yang terlantar setelah upacara pembukaan.

Kolaborasi Jadi Kunci Utama

Pemerintah daerah tidak mungkin bergerak sendirian. Bima Arya mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari sekolah, kampus, dunia usaha, hingga komunitas warga di tingkat RT dan RW.

Skema kolaborasi ini dinilai mampu mempercepat dampak di lapangan. Perusahaan dapat mengadopsi kawasan tertentu sebagai area hijau binaan. Sekolah dapat merawat taman di lingkungannya sendiri. Warga dapat memantau pohon yang tumbuh di depan rumah masing-masing.

KONFIRMASI dari Kemendagri menyebut pendekatan gotong royong ini akan terus digaungkan. Daerah didorong membangun sistem kerja sama yang permanen. Bukan kerja bakti sesaat yang hilang begitu pejabat pulang.

Perawatan Lebih Menentukan Ketimbang Penanaman

Ada satu pesan tegas lain dari Wamendagri. Menanam itu mudah. Merawat adalah tantangan sesungguhnya. Selama ini angka penanaman sering diagungkan, tetapi tingkat hidup pohon jarang diaudit.

Bima Arya meminta daerah membalik fokus penilaian. Keberhasilan bukan diukur dari jumlah bibit yang ditancapkan ke tanah. Keberhasilan diukur dari berapa banyak pohon yang tumbuh besar dan bertahan bertahun-tahun.

Perawatan mencakup penyiraman rutin, pemupukan, serta perlindungan dari kerusakan. Daerah juga diminta menyiapkan anggaran khusus untuk tahap pascatanam. Tanpa alokasi anggaran itu, program penghijauan dipastikan gagal di tengah jalan.

Langkah Konkret yang Diminta ke Daerah

Sejumlah langkah praktis ikut disampaikan. Pemda diminta memetakan lahan-lahan kritis yang bisa dihijaukan. Kawasan bantaran sungai, lereng rawan longsor, dan ruang publik perkotaan masuk daftar prioritas.

Selain itu, daerah didorong menyusun target tahunan yang realistis. Target itu harus disertai mekanisme pelaporan berkala. Dengan cara ini, progres penghijauan bisa dipantau publik secara transparan.

Keteladanan juga menjadi sorotan. Kepala daerah diminta turun langsung ke lapangan. Kantor-kantor pemerintahan didorong menjadi contoh kawasan hijau yang tertata baik.

Dampak Nyata yang Diharapkan Warga

Dorongan ini bukan tanpa alasan mendesak. Kualitas udara di sejumlah wilayah perkotaan terus memburuk. Suhu kota kian panas akibat menyusutnya ruang terbuka hijau.

Penghijauan yang konsisten diyakini mampu menjawab persoalan tersebut. Pohon-pohon besar menurunkan suhu lingkungan secara alami. Kanopi hijau menyerap polusi udara dan menahan laju air hujan.

Bagi warga, dampaknya langsung terasa. Lingkungan menjadi lebih teduh dan udara lebih bersih. Risiko banjir ikut ditekan karena daya serap tanah meningkat.

Arah Kebijakan ke Depan

Kemendagri menegaskan akan terus memantau komitmen setiap daerah. Penghijauan diharapkan masuk dokumen perencanaan pembangunan wilayah. Bukan program tambahan yang mudah dipangkas saat anggaran mengetat.

UPDATE terbaru menyebut gerakan ini akan dievaluasi secara berkala. Daerah yang serius menjalankannya akan mendapat apresiasi. Daerah yang abai akan diingatkan dan didorong memperbaiki kinerja.

Pesan penutup dari Wamendagri sangat jelas. Penghijauan adalah investasi panjang untuk generasi berikutnya. Satu pohon yang dirawat hari ini adalah warisan berharga puluhan tahun ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User