Bima Arya Desak Kepala Daerah Perkuat Sinergi Inflasi
BARU SAJA — Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto melontarkan instruksi tegas kepada seluruh kepala daerah. Ia meminta sinergi pengendalian inflasi diperkuat secara agresif. Tujuan akhir mem...
BARU SAJA — Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto melontarkan instruksi tegas kepada seluruh kepala daerah. Ia meminta sinergi pengendalian inflasi diperkuat secara agresif. Tujuan akhir memastikan harga kebutuhan pokok stabil sokong target pertumbuhan ekonomi nasional 8%.
Instruksi Langsung di Tengah Target Ambisius
Dalam sebuah rapat koordinasi tingkat tinggi yang berlangsung beberapa menit lalu, Wamendagri menekankan bahwa perang melawan inflasi tidak bisa dimenangkan oleh pemerintah pusat sendirian. Setiap gubernur, bupati, dan wali kota harus menjadi jenderal di wilayah masing-masing. ‘Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Tanpa sinergi, target pertumbuhan 8% hanya akan menjadi angan-angan,’ tegas Bima Arya dalam arahannya.
Empat Arahan Strategis untuk Daerah
Guna memastikan stabilitas harga di seluruh pelosok negeri, Wamendagri merilis sejumlah instruksi konkreto yang wajib dijalankan.
- Pemantauan Harian: Kepala daerah wajib memperbarui data harga pangan strategis setiap 24 jam.
- Intervensi Anggaran: Alokasikan APBD untuk operasi pasar dan subsidi transportasi logistik pangan.
- Penguatan Satgas: Hidupkan kembali Satuan Tugas Pangan daerah untuk memutus rantai spekulasi.
- Operasi Pasar Masif: Gelar operasi pasar murah secara rutin, bukan sekadar seremoni kalender.
- Distribusi Lancar: Pastikan tidak ada kebocoran atau penimbunan yang menghambat pasokan ke pasar rakyat.
Langkah ini dinilai krusial karena gejolak inflasi sering kali dipicu oleh persoalan di tingkat akar rumput. Harga cabai yang melonjak di satu daerah, atau kelangkaan minyak goreng di daerah lain, jika tidak segera diisolasi, akan merembet menjadi kenaikan indeks harga konsumen nasional.
Stabilitas Harga, Pondasi Pertumbuhan 8%
Penekanan Wamendagri bukan tanpa alasan. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8% dalam beberapa tahun ke depan. Angka ambisius tersebut hanya bisa tercapai jika inflasi terkendali di kisaran rendah dan stabil. Inflasi yang liar akan menggerus daya beli masyarakat kelas bawah dan menengah. Ujungnya, konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar Produk Domestik Bruto akan ambruk.
‘Stabilitas harga adalah pagar beton bagi pertumbuhan ekonomi. Jika daya beli warga tergerus, pabrik akan berhenti berproduksi dan investasi akan kabur,’ ujar Bima Arya mengingatkan.
Peringatan Keras: Jangan Lengah
Menutup arahannya, Wamendagri memberikan kode keras agar pemerintah daerah tidak meremehkan situasi. Ia meminta laporan perkembangan inflasi dikirim secara real-time ke pemerintah pusat. Daerah yang gagal mengelola inflasi akan mendapatkan evaluasi kinerja khusus.
‘Inflasi adalah musuh tersembunyi yang merayap di dapur rakyat. Begitu kita lengah, harga akan meroket dan rakyat yang menjerit. Saya minta semua pihak siaga penuh,’ pungkasnya.
Comments (0)