BI Tegal Gelar QRIS Jelajah Kuliner 2026, Target 20.000 Merchant Aktif

TEGAL — Bank Indonesia (BI) Tegal memulai kembali gelaran QRIS Jelajah Kuliner (QJI) 2026, sebuah program unggulan yang dirancang untuk mendorong perluasan sistem pembayaran nontunai di kalangan pel...

Jul 12, 2026 - 16:57
0 0

TEGAL — Bank Indonesia (BI) Tegal memulai kembali gelaran QRIS Jelajah Kuliner (QJI) 2026, sebuah program unggulan yang dirancang untuk mendorong perluasan sistem pembayaran nontunai di kalangan pelaku usaha makanan dan minuman. Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem digital di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.

Target Perluasan Digitalisasi Kuliner

Program QJI 2026 menyasar ratusan pedagang kuliner, mulai dari kaki lima hingga restoran, untuk mengadopsi QRIS sebagai metode pembayaran utama. BI Tegal mencatat, hingga akhir 2025, sudah lebih dari 15.000 merchant di wilayah kerjanya yang terdaftar sebagai pengguna QRIS, dengan volume transaksi harian mencapai 12.000 transaksi. Tahun ini, targetnya meningkat signifikan: penambahan 5.000 merchant baru dan kenaikan volume transaksi hingga 40 persen.

“Kuliner adalah sektor yang paling dekat dengan keseharian masyarakat. Dengan QRIS, transaksi jadi lebih cepat, aman, dan tercatat, sehingga membantu pelaku usaha membangun riwayat kredit,” ujar Kepala Perwakilan BI Tegal, dalam pembukaan acara yang berlangsung di Alun-Alun Tegal, Sabtu (12/4).

Rangkaian Acara dan Insentif

QJI 2026 tidak hanya berfokus pada adopsi teknologi, tetapi juga menghadirkan pengalaman seru bagi pengunjung. Selama dua pekan ke depan, akan digelar bazar kuliner dengan partisipasi 50 stan terpilih, lomba foto transaksi QRIS, serta diskon khusus hingga 30 persen bagi konsumen yang membayar menggunakan QRIS di merchant peserta.

Selain itu, BI Tegal berkolaborasi dengan perbankan lokal untuk memberikan cashback Rp10.000 kepada 1.000 transaksi pertama setiap harinya. Langkah ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat yang masih ragu beralih dari uang tunai.

Dukungan Infrastruktur dan Literasi

Perluasan digitalisasi pembayaran juga dibarengi dengan penguatan infrastruktur. BI Tegal bersama penyelenggara jasa pembayaran telah memastikan ketersediaan jaringan internet di pusat-pusat kuliner tradisional. Tak hanya itu, tim khusus diterjunkan untuk memberikan pelatihan singkat kepada pedagang tentang cara menggunakan QRIS, mulai dari pendaftaran, pencatatan, hingga penanganan kendala teknis.

“Banyak pedagang kecil awalnya takut karena merasa tidak paham teknologi. Setelah kami datangi dan ajari, mereka justru antusias karena transaksi jadi praktis, uang langsung masuk rekening, dan tidak perlu repot menyiapkan uang kembalian,” kata seorang petugas pendamping lapangan.

Dampak Ekonomi Makro

Digitalisasi pembayaran di sektor kuliner diyakini mampu mendorong perputaran uang dengan lebih efisien. Data BI Tegal menunjukkan, rata-rata nilai transaksi QRIS per bulan di sektor makanan dan minuman tumbuh 35 persen dibandingkan tahun lalu, mencapai Rp12 miliar per bulan. Angka ini diproyeksikan melonjak hingga Rp20 miliar per bulan pada akhir 2026 seiring dengan bertambahnya jumlah merchant dan pengguna aktif.

Ekonom Universitas Pancasakti Tegal, Dr. Andi Setiawan, menilai inisiatif ini tepat sasaran. “Kuliner adalah denyut nadi ekonomi rakyat. Ketika sektor ini go digital, dampaknya langsung terasa pada kecepatan transaksi, penurunan biaya logistik, dan peningkatan inklusi keuangan. Yang perlu dijaga hanyalah pendampingan berkelanjutan agar tidak ada merchant yang tertinggal,” jelasnya.

Komitmen Jangka Panjang

BI Tegal menegaskan bahwa QJI bukan sekadar acara seremonial tahunan. Program ini merupakan bagian dari peta jalan sistem pembayaran Indonesia 2025–2030 yang menargetkan seluruh transaksi di wilayah perkotaan dan semi-perkotaan menggunakan kanal digital. Ke depan, BI Tegal akan memperluas cakupan ke sektor pariwisata dan transportasi umum.

“Kami berharap pada 2027, minimal 70 persen pelaku usaha di Tegal dan sekitarnya sudah menjadi merchant QRIS aktif. Ini bukan hanya tentang modernisasi, tapi juga upaya memberantas uang palsu dan meningkatkan transparansi ekonomi,” pungkas Kepala Perwakilan BI Tegal.

Masyarakat dapat memantau jadwal lengkap QJI 2026 melalui akun Instagram resmi @bi_tegal. Acara ini terbuka gratis untuk umum.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User