BARU SAJA: Tim Forensik Kembali Sisir Klinik Kecantikan Tempat Sutrimo Tewas

Jakarta - Tim Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri baru saja kembali mendatangi sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (hari ini). Kedatangan mendadak ini u...

Jul 27, 2026 - 23:56
0 0
BARU SAJA: Tim Forensik Kembali Sisir Klinik Kecantikan Tempat Sutrimo Tewas

Jakarta - Tim Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri baru saja kembali mendatangi sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (hari ini). Kedatangan mendadak ini untuk melanjutkan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus kematian pria bernama Sutrimo yang diduga kuat terkait prosedur di klinik tersebut.

Penyidik bergerak cepat. Dalam hitungan menit setelah tiba, mereka langsung memasang garis polisi dan menyisir setiap sudut ruang praktik. Ini adalah kunjungan kedua setelah olah TKP awal beberapa hari lalu belum memberikan titik terang penyebab pasti kematian korban.

Kronologi Temuan Jasad

Jasad Sutrimo pertama kali ditemukan di dalam klinik pada pekan lalu. Informasi dihimpun, korban sempat menjalani serangkaian perawatan kecantikan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Dugaan sementara mengarah pada reaksi akut pascatindakan, namun kepolisian menolak berspekulasi sebelum hasil forensik keluar.

Tim medis yang bertugas saat kejadian telah dimintai keterangan. Begitu pula dengan pemilik klinik yang kini berstatus saksi kunci. Barang bukti seperti rekam medis dan peralatan yang digunakan saat itu sudah diamankan pada tahap pertama.

Apa yang Dicari Hari Ini?

Puslabfor memperluas area penyelidikan. Kali ini fokus tidak hanya pada ruang tindakan, melainkan juga tempat penyimpanan obat dan alat sterilisasi. Berdasarkan pantauan, petugas mengumpulkan sampel cairan dari beberapa botol, usap permukaan meja operasi, dan menyegel dokumen tambahan.

  • Fokus pengambilan sampel cairan infus dan ampul obat bius
  • Pemeriksaan sterilitas alat bedah minor yang diduga digunakan pada korban
  • Penyitaan rekaman CCTV dari hari kejadian hingga beberapa hari sebelumnya
  • Permintaan data seluruh pasien yang menjalani prosedur serupa dalam dua minggu terakhir

Langkah ini menandakan penyidik mendalami kemungkinan kelalaian sistemik, bukan sekadar insiden tunggal. Skala penggeledahan yang lebih luas memberi sinyal bahwa kasus ini dipandang serius oleh Mabes Polri.

Keterangan Saksi dan Pihak Klinik

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pengelola klinik. Pintu utama tertutup rapat dan hanya personel kepolisian yang diizinkan masuk. Sejumlah saksi mata di sekitar lokasi mengaku melihat beberapa staf klinik dibawa ke mobil polisi untuk pemeriksaan lanjutan di Polda Metro Jaya.

Keluarga korban dikabarkan telah melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sehari setelah kematian Sutrimo. Laporan tersebut menjadi dasar hukum pembukaan penyidikan oleh Subdit Resmob Ditreskrimum.

Langkah Selanjutnya

Kabid Humas Polda Metro Jaya, saat dikonfirmasi, membenarkan kegiatan olah TKP lanjutan ini. “Kami sedang mendalami dugaan malapraktik. Semua opsi masih terbuka, termasuk menjerat klinik dengan pasal kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang,” ujarnya singkat.

Hasil uji laboratorium dari sampel yang dikumpulkan hari ini diperkirakan memakan waktu tiga hingga tujuh hari kerja. Selama masa tunggu, polisi memberlakukan status siaga di klinik dan melarang segala aktivitas operasional hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Publik diminta bersabar dan tidak menyebarkan spekulasi yang dapat mengganggu proses hukum. Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan konsumen jasa estetika yang kian marak di ibu kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User