Bareskrim Bongkar Sindikat Pencuri Modul BTS, Sinyal Hilang, Kerugian Puluhan Miliar

Penggerebekan Serentak Hentikan Aksi Perusak Jaringan TelekomunikasiKONFIRMASI – Bareskrim Polri baru saja membeberkan hasil pengungkapan jaringan pelaku pencurian perangkat vital base transceiver s...

Jul 19, 2026 - 04:06
0 0
Bareskrim Bongkar Sindikat Pencuri Modul BTS, Sinyal Hilang, Kerugian Puluhan Miliar

Penggerebekan Serentak Hentikan Aksi Perusak Jaringan Telekomunikasi

KONFIRMASI – Bareskrim Polri baru saja membeberkan hasil pengungkapan jaringan pelaku pencurian perangkat vital base transceiver station (BTS). Operasi terpadu yang berlangsung di lima kota besar ini sukses melumpuhkan aksi kriminal yang telah berlangsung berbulan-bulan. Petugas menyita puluhan unit barang bukti dan mengamankan sejumlah tersangka. Hilangnya sinyal di sejumlah wilayah yang sempat memicu keluhan konsumen akhirnya menemukan titik terang.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim menyatakan bahwa investigasi bermula dari laporan lonjakan gangguan jaringan secara serempak di beberapa daerah. Tim mengidentifikasi pola sabotase serupa: lenyapnya modul radio dan unit pemroses di menara-menara telekomunikasi pada jam rawan. Setelah penyelidikan intensif, para pelaku yang berasal dari dua jaringan berbeda berhasil diidentifikasi.

Modus Canggih, Akses Cepat, Peralatan Profesional

Para pelaku menggunakan perangkat canggih untuk membobrak kunci pintu kandang BTS. Mereka bekerja sangat cepat, rata-rata hanya butuh 6 menit untuk mencopot komponen mahal. Modul baseband unit (BBU) dan remote radio unit (RRU) menjadi sasaran utama karena bernilai jual tinggi di pasar gelap. Pelaku tak segan merusak infrastruktur pendukung agar tidak terdeteksi sistem keamanan operator.

Setiap unit RRU yang dicuri memiliki harga pasar resmi mencapai ratusan juta rupiah. Dalam satu malam, satu tim bisa menggasak tiga hingga empat menara sekaligus. Praktik ini terorganisir rapi dengan pembagian peran: eksekutor, pengawas lapangan, hingga penadah yang langsung menampung barang curian. Transaksi dilakukan melalui jalur distribusi komponen telekomunikasi bekas sehingga sulit dilacak.

Pelanggan Jadi Korban: Sinyal Rontok, Aktivitas Lumpuh

Dampak paling nyata dirasakan oleh pengguna. Begitu modul hilang, sebuah BTS langsung mati total. Tak ada sinyal seluler maupun layanan data yang bisa diterima. Ribuan pelanggan mendadak terputus. Wilayah dengan radius hingga 3 kilometer dari menara terdampak langsung mengalami blank spot. Gangguan ini sering terjadi pada dini hari dan baru diketahui saat warga memulai aktivitas pagi.

Layanan darurat, transaksi digital, hingga komunikasi bisnis sempat terhenti. Operator menerima lonjakan keluhan pelanggan yang signifikan selama periode kejadian. Meski tim teknisi melakukan penggantian perangkat dengan cepat, mobilitas sindikat membuat titik baru tumbang silih berganti. Konsumen dibuat frustasi oleh hilangnya koneksi yang berulang tanpa alasan jelas.

Kerugian Finansial Tembus Angka Puluhan Miliar

Bareskrim mengkalkulasi total kerugian dari sisi operator telekomunikasi. Nilai perangkat yang dicuri mencapai lebih dari Rp24 miliar. Belum termasuk biaya perbaikan, pengamanan tambahan, dan potensi kehilangan pendapatan akibat pelanggan beralih ke penyedia lain. Satu operator besar melaporkan lebih dari 45 unit BTS dalam jaringan mereka dirusak oleh sindikat ini dalam setahun terakhir.

Kerugian sosial ekonomi juga tidak kecil. Daerah yang sempat kehilangan sinyal mengalami penurunan aktivitas bisnis online, gangguan layanan kesehatan daring, hingga terhambatnya komunikasi pendidikan jarak jauh. Pihak berwenang memastikan aset yang disita akan segera dikembalikan kepada operator untuk mempercepat pemulihan layanan.

Pelaku Dijerat Pasal Berat, Sinyal Pulih Bertahap

Para tersangka dijerat dengan undang-undang informasi dan transaksi elektronik serta pasal pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman maksimal mencapai 12 tahun penjara. Polisi juga sedang memburu pemasok alat pembobol dan pembeli besar di luar negeri yang diduga menjadi muara penjualan komponen curian. Jaringan penadah kini dalam pengawasan ketat.

Seiring penggerebekan, operator mulai memulihkan semua BTS yang terdampak. Sinyal di titik-titik rawan sekarang dalam pengamanan ekstra. Bareskrim mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar menara telekomunikasi. Langkah preventif seperti patroli gabungan dan peningkatan sistem alarm akan diterapkan untuk mencegah kejadian serupa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User