JAKARTA — BREAKING. Bareskrim Polri membongkar praktik produksi gelap vape mengandung etomidate di sebuah kamar kos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kamar itu disulap menjadi pabrik rumahan cairan vape berbahaya.
Penggerebekan dilakukan setelah penyidik mencium aktivitas mencurigakan di lokasi. Dari dalam kamar, petugas menyita barang bukti berupa perangkat vape dan cairan etomidate siap edar. Para pelaku yang berada di lokasi langsung diamankan untuk diperiksa.
Temuan ini mengejutkan. Kemang dikenal sebagai kawasan ramai. Namun di balik pintu kamar kos, bisnis haram itu beroperasi nyaris tanpa jejak.
Kasus ini menjadi bukti terbaru maraknya produksi vape ilegal berbahan obat berbahaya. Bareskrim menegaskan tidak akan memberi ruang bagi jaringan semacam ini.
Direkrut Lewat Facebook
Di hadapan penyidik, para pelaku buka suara soal awal mula mereka terjerat bisnis haram ini. Semuanya bermula dari tawaran yang datang lewat media sosial Facebook.
Seseorang di balik akun Facebook menawari mereka pekerjaan memproduksi vape etomidate. Tawaran itu disertai janji upah fantastis, yakni jutaan rupiah per hari.
Tergiur iming-iming penghasilan besar dalam waktu singkat, para pelaku menerima tawaran itu. Mereka lalu diarahkan bekerja dari kamar kos di Kemang yang telah disiapkan.
Para pelaku mengaku tidak mengetahui pasti identitas asli sang pemberi tawaran. Komunikasi selama ini hanya berjalan lewat akun media sosial. Inilah yang menyulitkan mereka mengenali bos sebenarnya.
Modus rekrutmen lewat media sosial menjadi perhatian penyidik. Polisi menduga pola serupa dipakai untuk menjaring pekerja lain di lokasi berbeda.
Kamar Kos Disulap Jadi Pabrik
Kamar kos itu bukan sekadar tempat tinggal. Di dalamnya, para pelaku menjalankan seluruh proses produksi. Mulai dari meracik cairan hingga mengemas vape siap jual.
Modus ini dinilai rapi. Kamar kos dipilih karena tertutup dan mudah disewa. Aktivitas produksi bisa berjalan tanpa menarik perhatian warga sekitar.
Dari hasil pemeriksaan awal, seluruh kebutuhan produksi disuplai secara berkala. Para pelaku tinggal menjalankan perintah. Mereka bekerja sesuai arahan yang diterima dari jarak jauh.
Polisi menduga praktik ini sudah berjalan beberapa waktu sebelum terendus. Penyidik kini menelusuri seberapa luas peredaran vape etomidate yang dihasilkan dari kamar tersebut.
Barang bukti yang ditemukan di dalam kamar menunjukkan skala produksi yang tidak kecil. Semua bukti kini diamankan untuk kepentingan penyidikan.
Bahaya Etomidate
Etomidate sejatinya obat bius untuk keperluan medis. Penggunaannya hanya boleh di bawah pengawasan ketat tenaga kesehatan. Penyalahgunaannya lewat vape sangat berbahaya.
Zat ini bisa memicu efek sedatif berlebihan. Penggunanya berisiko mengalami gangguan pernapasan, kehilangan kesadaran, hingga ketergantungan. Sejumlah kasus di luar negeri bahkan mengaitkan vape etomidate dengan kematian.
Dalam beberapa tahun terakhir, penyalahgunaan etomidate dalam produk vape marak dilaporkan di sejumlah negara Asia. Indonesia pun mulai menghadapi ancaman serupa. Aparat memperketat pengawasan terhadap peredarannya.
Karena itu, peredaran vape mengandung etomidate menjadi atensi serius aparat. Produk semacam ini kerap menyasar anak muda lewat promosi terselubung di dunia maya.
Peran Para Pelaku
Penyidik masih mendalami pembagian peran masing-masing pelaku. Ada yang bertugas meracik, mengemas, hingga mengatur pengiriman. Semua berjalan terkoordinasi meski hanya dari sebuah kamar kos.
Polisi juga menelusuri ke mana saja produk jadi itu didistribusikan. Dugaan awal, peredarannya menyasar konsumen lewat jalur daring.
Perburuan Sosok Perekrut
Para pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik menggali keterangan untuk mengungkap aktor intelektual di balik jaringan ini. Termasuk sosok perekrut yang bersembunyi di balik akun Facebook.
Jejak digital percakapan dan transaksi para pelaku sedang ditelusuri. Polisi menduga masih ada pihak lain yang terlibat dalam rantai produksi dan distribusi.
Barang bukti juga akan diuji di laboratorium. Hasil uji lab akan memperkuat konstruksi hukum terhadap para tersangka.
Ancaman Hukuman Berat
Para pelaku terancam jerat pidana berlapis. Produksi dan peredaran sediaan farmasi tanpa izin memuat ancaman hukuman berat sesuai aturan perundang-undangan.
Penyidik memastikan pengembangan kasus terus berjalan. Siapa pun yang terlibat dalam jaringan ini akan dikejar sampai dapat.
Imbauan untuk Masyarakat
Polri mengimbau masyarakat waspada terhadap tawaran kerja menggiurkan di media sosial. Terutama tawaran yang menjanjikan penghasilan besar dengan cara tidak wajar.
Warga juga diminta aktif melapor bila mengetahui aktivitas mencurigakan di lingkungannya. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk memutus rantai peredaran vape berbahaya.
Perkembangan kasus ini akan terus diperbarui. UPDATE selanjutnya menyusul.
Comments (0)