Sep 21, 2026
Jawa Timur

BANYUWANGI — Pelindo Tambah Armada Kapal Rute Tanjung Wangi-Lombok

Deretan truk ekspedisi yang sempat mengular hingga ke luar area Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, dalam beberapa hari terakhir kini mulai terurai. Kemac

BANYUWANGI — Pelindo Tambah Armada Kapal Rute Tanjung Wangi-Lombok

Deretan truk ekspedisi yang sempat mengular hingga ke luar area Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, dalam beberapa hari terakhir kini mulai terurai. Kemacetan panjang dan penumpukan kendaraan pengangkut bahan pokok serta material bangunan sempat mengancam kelancaran rantai pasok dari Pulau Jawa menuju Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Menanggapi situasi krusial ini, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo langsung mengambil langkah taktis dengan menambah armada kapal penyeberangan serta mengoptimalkan operasional rute Tanjung Wangi–Lombok.

Langkah intervensi ini diambil untuk memangkas waktu tunggu pengemudi logistik yang sebelumnya harus mengantre hingga belasan jam di kawasan pelabuhan. Dengan bertambahnya kapal yang beroperasi, arus distribusi bahan pangan, barang manufaktur, dan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah Indonesia Timur diharapkan dapat kembali pulih secara signifikan.

Respon Cepat Urai Penumpukan Kendaraan Logistik

Penumpukan kendaraan logistik di Pelabuhan Tanjung Wangi terjadi akibat lonjakan volume barang yang tidak sebanding dengan kapasitas angkut armada harian sebelumnya. Kondisi geografis serta dinamika cuaca di Laut Bali kerap memperpanjang durasi pelayaran, sehingga jadwal keberangkatan kapal penyeberangan sempat terganggu dan memicu efek domino antrean panjang.

Untuk mengurai masalah tersebut, Pelindo berkoordinasi erat dengan Kementerian Perhubungan dan operator pelayaran guna menyiagakan kapal tambahan bertonase besar. Manajemen pelabuhan menargetkan peningkatan frekuensi keberangkatan hingga 30 persen per hari demi menguras antrean kendaraan yang memadati area parkir penampungan.

Indikator Pelayanan Sebelum Penambahan Sesudah Penambahan
Waktu Tunggu Antrean 12 – 18 Jam 3 – 5 Jam
Kapasitas Angkut Harian 400 Kendaraan 750+ Kendaraan
Frekuensi Keberangkatan 4 Call/Hari 7 Call/Hari

Manajemen Pelindo menegaskan bahwa kelancaran rute penyeberangan Tanjung Wangi–Lombok memiliki peranan yang sangat vital dalam menjaga kestabilan harga barang di kawasan Nusa Tenggara Barat.

"Kami tidak boleh membiarkan arus pasokan logistik terhambat. Penambahan armada kapal ini merupakan komitmen nyata Pelindo dalam memastikan kelancaran konektivitas maritim antarwilayah berjalan tanpa hambatan," ujar perwakilan Manajemen Pelindo dalam keterangan resminya.

Menjaga Nadir Ekonomi dan Kelancaran Pasokan Logistik

Sektor logistik darat-laut merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Keterlambatan pengiriman barang dalam hitungan jam saja dapat memicu kenaikan biaya operasional sopir truk hingga berpotensi merusak muatan komoditas segar seperti sayuran, buah-buahan, dan hasil perikanan.

Sejumlah asosiasi logistik mengapresiasi langkah cepat penambahan armada ini. Penyerapan volume muatan yang lebih cepat terbukti mampu menekan kerugian materiil para pelaku usaha ekspedisi. Pengamat maritim juga menyoroti bahwa Pelabuhan Tanjung Wangi merupakan titik penyangga (buffer zone) strategis yang harus selalu siap menghadapi lonjakan muatan musiman.

"Keputusan Pelindo menambah kapal bukan sekadar mengatasi antrean fisik di pelabuhan, melainkan bentuk perlindungan nyata terhadap stabilitas harga bahan pokok di pasar penerima," ungkap pengamat ekonomi transportasi maritim.

Optimalisasi Pelayanan Pelabuhan Berkelanjutan

Selain menambah armada kapal di laut, Pelindo juga melakukan berbagai integrasi dan modernisasi pada sistem operasional di darat. Langkah-langkah inovatif tersebut meliputi:

  • Digitalisasi Sistem Tiketing: Penerapan pemesanan dan verifikasi tiket berbasis elektronik untuk meminimalkan penumpukan fisik di loket pelabuhan.
  • Penataan Area Parkir Penampungan (Buffer Area): Perluasan kantong parkir sementara guna mencegah kemacetan kendaraan meluber ke jalan raya utama Banyuwangi.
  • Percepatan Pemuatan (Bongkar Muat): Efisiensi waktu tambat (docking time) di dermaga Tanjung Wangi dan pelabuhan tujuan di Lombok agar rotasi kapal lebih presisi.

Dengan kombinasi penambahan armada dan efisiensi operasional di darat, Pelindo optimistis arus penyeberangan logistik rute Tanjung Wangi–Lombok dapat berjalan dengan lebih andal dan lancar. Tanggap darurat ini membuktikan peran strategis pelabuhan sebagai pilar utama konektivitas serta ketahanan ekonomi kawasan timur Nusantara.

Langkah ini berhasil memangkas waktu tunggu truk ekspedisi dari 18 jam menjadi 3-5 jam saja. Kelancaran rantai pasok Jawa-NTB kini kembali terjaga. Selengkapnya: Beritatercepat.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User