Sep 19, 2026
Nasional

Banten — Tim SAR Perluas Area Pencarian Jurnalis Hilang

Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan penyisiran di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, menyusul hilangnya seorang jurnalis yang tengah bertugas d

Banten — Tim SAR Perluas Area Pencarian Jurnalis Hilang

Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan penyisiran di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, menyusul hilangnya seorang jurnalis yang tengah bertugas di kawasan tersebut. Memasuki hari-hari krusial operasi pencarian, tim penyelamat memutuskan untuk memperluas radius penyisiran guna mengantisipasi pergeseran korban akibat kuatnya arus laut dan terpaan angin kencang.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa strategi operasi telah ditingkatkan dari pemantauan titik awal menjadi operasi penyisiran berskala besar. Langkah ini diambil setelah koordinasi intensif bersama jajaran kepolisian, TNI Angkatan Laut, serta masyarakat nelayan setempat yang mendiami wilayah pesisir Banten dan Lampung.

Kronologi dan Tahapan Operasi Pencarian

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) ini dilaksanakan secara terstruktur dengan membagi wilayah perairan menjadi beberapa sektor prioritas. Berikut adalah alur dan tahapan operasi yang telah disiapkan oleh tim gabungan:

  1. Tahap Awal (Penerimaan Laporan): Tim piket Basarnas Banten menerima laporan resmi terkait hilangnya korban saat melakukan aktivitas jurnalistik di sekitar perairan Anak Krakatau. Tim reaksi cepat langsung diberangkatkan dari Pelabuhan Merak.
  2. Tahap Pemetaan Sektor: Petugas memetakan koordinat terakhir keberadaan korban dan memperhitungkan vektor pergerakan arus air laut serta arah angin Selat Sunda.
  3. Tahap Penyisiran Masif: Penurunan beberapa Search and Rescue Unit (SRU) laut yang menyisir tepi pantai Pulau Anak Krakatau hingga perairan terbuka dalam radius lebih dari 15 mil laut.
  4. Tahap Evaluasi Harian: Melakukan analisis hasil penyisiran setiap sore untuk menentukan pembagian sektor baru pada hari berikutnya berdasarkan pembaruan data cuaca BMKG.

Analisis Medan Operasi dan Alokasi Sumber Daya

Kondisi perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau memiliki karakteristik yang sangat dinamis dan memicu risiko tinggi bagi tim penyelamat. Arus bawah laut yang kuat serta perubahan cuaca yang mendadak menjadi tantangan utama yang harus dihadapi di lapangan.

"Kondisi angin kencang serta dinamika arus Selat Sunda menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Namun, kami berkomitmen memaksimalkan seluruh alokasi sumber daya dan memperluas sektor penyisiran agar korban dapat segera ditemukan," ujar Kepala SAR Banten, Al Amrad, saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan penyisiran.

Untuk mengoptimalkan efisiensi pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan armada dan personel yang terbagi dalam tabel alokasi operasional berikut:

Sektor Pencarian Fokus Area Armada Utam Jumlah Personel
Sektor I Pesisir & Bibir Pantai Anak Krakatau Rigid Inflatable Boat (RIB) & Perahu Karet 15 Personel
Sektor II Perairan Terbuka Selat Sunda (Utara-Barat) Kapal SAR KN Cisarua / Polairud 25 Personel
Sektor III Pesisir Selatan Lampung & Pulau Sebesi Kapal Patroli TNI AL & Perahu Nelayan 20 Personel

Harapan dan Keselamatan Tim di Area Vulkanik

Selain berpacu dengan waktu untuk menemukan korban, seluruh personel gabungan yang berjumlah lebih dari 60 personel diimbau untuk selalu waspada terhadap status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pemantauan berkala terhadap erupsi dan embusan gas beracun terus dilakukan bekerja sama dengan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Krakatau.

Tim SAR Banten juga meminta partisipasi aktif dari para nelayan dan operator kapal feri penyeberangan Merak-Bakauheni. Apabila menemukan tanda-tanda atau objek yang mencurigakan mengapung di laut, masyarakat diminta untuk segera melapor kepada posko SAR terdekat agar dapat dilakukan verifikasi cepat di lokasi kejadian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User