JAKARTA — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut positif susunan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029 yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ketua Umum Kadin Indonesia versi Munaslub 2024-2029, Anindya Bakrie, menegaskan kesiapan dunia usaha untuk berkolaborasi dan menjadi mitra strategis pemerintah demi mendorong akselerasi ekonomi nasional.
Langkah Presiden Prabowo yang membentuk kabinet dengan skala representasi luas dinilai pengusaha sebagai bentuk keseriusan dalam mengeksekusi program-program pembangunan berskala besar. Kalangan pebisnis memandang struktur kementerian baru ini dapat mempercepat pengambilan keputusan teknis di berbagai sektor strategis.
Kronologi Pelantikan dan Susunan Kabinet Baru
Pelantikan jajaran kabinet pemerintahan baru berlangsung secara bertahap di Istana Negara, Jakarta, menandai dimulainya era baru roda pemerintahan Indonesia:
- Minggu, 20 Oktober 2024: Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan nomenklatur dan nama-nama menteri serta kepala badan setingkat menteri pada malam hari setelah agenda pelantikan presiden.
- Senin Pagi, 21 Oktober 2024: Sebanyak 48 menteri kabinet dan kepala badan resmi diambil sumpah jabatannya di hadapan Kepala Negara di Istana Negara.
- Senin Siang, 21 Oktober 2024: Menyusul pelantikan menteri, sebanyak 56 wakil menteri resmi dilantik untuk melengkapi struktur kepemimpinan kementerian operasional.
Respons Pengusaha dan Target Pertumbuhan Ekonomi
Menanggapi formasi kabinet yang relatif besar, Kadin Indonesia menilai restrukturisasi dan penambahan kementerian merupakan langkah antisipatif untuk fokus menyelesaikan persoalan riil di masyarakat. Anindya Bakrie menekankan pentingnya sinergi antara regulator dan pelaku industri demi mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.
"Dunia usaha melihat Kabinet Merah Putih sebagai modal kuat untuk mengakselerasi agenda pembangunan nasional. Kadin siap menjembatani kepentingan pelaku usaha swasta, BUMN, hingga UMKM agar dapat selaras dengan program prioritas pemerintah."
Kadin memandang ada sejumlah fokus penting yang memerlukan koordinasi cepat antara menteri koordinator teknis dan para wakil menteri, terutama dalam menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Poin Kunci Kemitraan Pemerintah dan Sektor Swasta
Dalam memastikan stabilitas iklim investasi ke depan, pelaku usaha menitikberatkan perhatian pada beberapa pilar agenda utama:
- Kedaulatan Pangan dan Energi: Mendorong swasembada komoditas pokok serta transisi energi hijau yang berkeadilan.
- Hilirisasi Industri: Melanjutkan program pengolahan sumber daya mineral dan alam demi peningkatan nilai tambah di dalam negeri.
- Penguatan UMKM dan Lapangan Kerja: Membuka akses permodalan, perizinan mudah, dan integrasi rantai pasok bagi jutaan unit usaha mikro dan kecil.
- Kepastian Regulasi dan Investasi: Menjamin transparansi hukum agar investor domestik maupun asing memiliki keyakinan jangka panjang.
Kadin berharap jajaran menteri dan wakil menteri segera menyusun rencana kerja 100 hari pertama secara konkret guna memastikan iklim berusaha di Indonesia tetap kompetitif dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Comments (0)