Anggota DPR Dukung Usulan Menkes, Penderita TBC Diusulkan Jadi Penerima Makan Bergizi Gratis

Jakarta, Beritatercepat.com – Dorongan agar pasien tuberkulosis (TBC) masuk dalam daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menguat. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, secara

Jul 07, 2026 - 23:48
0 0
Anggota DPR Dukung Usulan Menkes, Penderita TBC Diusulkan Jadi Penerima Makan Bergizi Gratis

Jakarta, Beritatercepat.com – Dorongan agar pasien tuberkulosis (TBC) masuk dalam daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menguat. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, secara terbuka meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mempertimbangkan secara serius usulan yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menurut laporan yang diterima media kami, langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat proses penyembuhan dan menekan angka penularan penyakit menular tersebut.

Gizi Penentu Kesembuhan TBC

Yahya Zaini menegaskan bahwa pemenuhan asupan nutrisi bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dalam penanganan tuberkulosis. Dalam pernyataannya kepada awak media, Kamis (25/6/2026), ia menyambut baik inisiatif Kementerian Kesehatan dan berharap BGN segera mengakomodasi kelompok rentan ini.

"Saya menghargai permintaan Menkes untuk memberikan MBG kepada penderita TBC, karena akan meringankan beban penyakitnya," ujar Yahya Zaini.

Politisi dari Fraksi Golkar ini menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit yang sangat terkait dengan kondisi malnutrisi. Penderita seringkali kehilangan nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan drastis, yang pada gilirannya melemahkan sistem kekebalan tubuh. Tanpa asupan gizi memadai, pengobatan jangka panjang yang dijalani pasien menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, intervensi melalui program MBG dipandang sebagai terobosan logis untuk memastikan pasien mendapatkan asupan kalori dan protein yang cukup.

Refocusing Anggaran dan Prioritas Sasaran

Di tengah usulan perluasan penerima manfaat ini, Yahya Zaini mengingatkan bahwa saat ini BGN sedang melakukan penyesuaian besar-besaran. Pemerintah tengah melakukan refocusing sasaran program MBG untuk memastikan manfaatnya tepat guna. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim Beritatercepat.com, langkah efisiensi dilakukan dengan mengurangi porsi penerima dari kalangan siswa yang berasal dari keluarga mampu. Mekanismenya, seluruh siswa yang orang tuanya tercatat dalam basis data perpajakan (NPWP) akan dialihkan kuotanya kepada kelompok yang lebih membutuhkan secara mendesak.

Fokus utama pengalihan ini jatuh kepada kelompok seribu hari pertama kehidupan yang dirangkum dalam istilah 3B, yaitu Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita. Ini sejalan dengan tujuan awal MBG sebagai instrumen vital pencegahan stunting. "Kami mengapresiasi skema ini karena akan membuat program lebih tajam. Namun, di sisi lain, usulan memasukkan penderita TBC juga memiliki urgensi yang sama tingginya," tambah Yahya.

Komisi IX DPR melihat adanya potensi sinergi antara penanganan stunting dan tuberkulosis. Keduanya berada dalam lingkaran setan malnutrisi yang dapat diintervensi secara bersamaan melalui asupan pangan bergizi. Media kami mencatat, jika usulan ini disetujui, BGN perlu merancang formula menu khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan pemulihan pasien TBC, berbeda dengan menu reguler yang diberikan kepada anak sekolah atau ibu hamil.

Ke depan, DPR berjanji akan terus mengawal koordinasi antara BGN dan Kementerian Kesehatan guna mewujudkan perluasan program ini demi visi Indonesia bebas TBC 2030.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Fact Checker. Memverifikasi klaim viral secara cepat dan akurat.

Comments (0)

User