Akses Jalan Putus, Siswa Muara Gembong Andalkan Perahu

BARU SAJA — Abrasi Sungai Citarum di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, memutus total akses darat menuju sekolah. Puluhan siswa SD kini hanya bisa mengandalkan perahu untuk berangkat dan pulang, Kamis...

Jul 20, 2026 - 06:25
0 0
Akses Jalan Putus, Siswa Muara Gembong Andalkan Perahu

BARU SAJA — Abrasi Sungai Citarum di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, memutus total akses darat menuju sekolah. Puluhan siswa SD kini hanya bisa mengandalkan perahu untuk berangkat dan pulang, Kamis (16/7) pagi.

Fakta Kunci

  • Akses darat lumpuh — Jalan utama ambles akibat abrasi sungai yang terus meluas.
  • Siswa SD kelas 1-6 — Setiap hari menyeberangi Sungai Citarum dengan perahu kayu tanpa pengaman.
  • Risiko tinggi — Arus sungai deras dan cuaca tak menentu mengancam keselamatan anak-anak.
  • Belum ada solusi permanen — Pemerintah setempat baru menyediakan perahu bantuan sementara.

BREAKING — Siswa SD di Muara Gembong kini memulai hari dengan perjalanan ekstrem. Mereka harus naik perahu kecil melintasi Sungai Citarum yang abrasinya kian parah. Seorang saksi mata melaporkan, anak-anak tampak tegang namun sudah terbiasa dengan kondisi ini.

Kondisi darurat ini berlangsung sejak sepekan terakhir. Jalan aspal sepanjang 2 kilometer amblas ke sungai, menyisakan tebing curam. Akibatnya, satu-satunya akses ke sekolah dasar negeri di desa tersebut hanya melalui perairan.

Dikonfirmasi oleh pihak sekolah, setidaknya 45 siswa terdampak. Mereka diantar orang tua atau guru pada pukul 06.00 WIB. Perjalanan perahu memakan waktu 10-15 menit, tergantung arus. Tanpa jaket pelampung, risiko tenggelam sangat nyata.

UPDATE — Pemerintah Kecamatan Muara Gembong mengaku telah mengajukan usulan pembangunan jembatan darurat. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada realisasi. Warga berharap ada perhatian segera dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Dampak dan Respons

  • Kehadiran siswa menurun — Beberapa anak memilih tidak sekolah saat cuaca buruk.
  • Guru sukarela mengantar — Tiga guru secara bergiliran ikut mengawasi perahu setiap pagi.
  • Laporan ke BPBD — Badan Penanggulangan Bencana Daerah masih dalam tahap asesmen.

Siaga darurat — Abrasi Sungai Citarum bukan hanya mengancam akses pendidikan, tetapi juga permukiman warga. Jika tidak segera ditangani, lebih banyak infrastruktur akan hilang. Siswa Muara Gembong kini bertahan di antara buku pelajaran dan derasnya air. Perahu adalah satu-satunya jembatan menuju masa depan mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User