Akhir Polemik Patung Jenderal Sudirman Tak Jadi Digeser

Jakarta – Polemik yang sempat memanas terkait rencana pemindahan Patung Jenderal Sudirman di kawasan Dukuh Atas akhirnya tuntas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membatalkan rencana penggesera

Jul 08, 2026 - 00:11
0 0
Akhir Polemik Patung Jenderal Sudirman Tak Jadi Digeser

Jakarta – Polemik yang sempat memanas terkait rencana pemindahan Patung Jenderal Sudirman di kawasan Dukuh Atas akhirnya tuntas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membatalkan rencana penggeseran monumen bersejarah tersebut. Kepastian ini diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di sela-sela pencanangan pembangunan jembatan cincin donat di Dukuh Atas, Minggu (21/6/2026).

Menurut laporan yang dihimpun media kami, Gubernur menegaskan bahwa Patung Jenderal Sudirman akan tetap kokoh berdiri di tempatnya saat ini. Tidak hanya itu, patung pahlawan nasional tersebut justru akan diintegrasikan sebagai elemen utama dalam desain kawasan pedestrian deck yang baru. “Patung ini bagian dari sejarah dan identitas Dukuh Atas, jadi akan kita pertahankan dan kita jadikan pusat perhatian,” tegas Pramono di hadapan awak media.

Integrasi dengan Desain Jembatan Donat

Jembatan cincin donat yang akan dibangun merupakan proyek revitalisasi kawasan Dukuh Atas untuk mempercantik sekaligus meningkatkan kenyamanan pejalan kaki. Konsep desain terbaru menempatkan patung Panglima Besar itu tepat di tengah struktur jembatan. Dengan begitu, patung tetap terlihat jelas dari berbagai sudut, bahkan menjadi ikon baru yang menyatu dengan infrastruktur modern.

“Kami memastikan patung tidak tergeser satu sentimeter pun. Justru desain kami buat mengelilingi patung sehingga masyarakat tetap bisa melihat dan menghormati sosok Jenderal Sudirman,” ujar Pramono menambahkan.

Keputusan ini sekaligus meredakan kekhawatiran sejumlah kalangan, termasuk komunitas sejarah, veteran, dan warga Jakarta yang sebelumnya menyuarakan penolakan terhadap wacana pemindahan. Sebelumnya, beredar kabar bahwa patung akan digeser guna memberi ruang bagi pembangunan jembatan. Kabar tersebut memicu reaksi luas di media sosial dan menjadi topik perbincangan publik selama berminggu-minggu.

Media kami mencatat, sejumlah elemen masyarakat bahkan sempat menggelar aksi simbolis untuk mempertahankan patung di lokasi aslinya. Mereka menilai, memindahkan patung berarti mengabaikan nilai historis Jenderal Sudirman yang telah menjadi bagian dari wajah Dukuh Atas selama puluhan tahun. Respons cepat Gubernur Pramono Anung atas aspirasi tersebut dinilai sebagai langkah bijak yang mengedepankan dialog antara pemerintah dan warga.

Proyek pembangunan jembatan donat sendiri ditargetkan rampung dalam 18 bulan ke depan. Nantinya, kawasan Dukuh Atas akan memiliki ruang publik yang lebih tertata dengan tetap mempertahankan ikon sejarah yang sudah melekat di hati masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Lapangan. Reporter lapangan peristiwa terkini.

Comments (0)

User