Aug 30, 2026
breaking

350 Calon Taruna Akpol Lolos, Tes Komputer Standar Olimpiade Digelar

BREAKING — BARU SAJA SSDM Polri mengumumkan hasil akhir seleksi Akademi Kepolisian 2026. Sebanyak 350 orang dinyatakan lolos, terdiri dari 320 calon taruna dan 30 calon taruni.SSDM Polri merilis pen...

350 Calon Taruna Akpol Lolos, Tes Komputer Standar Olimpiade Digelar

BREAKINGBARU SAJA SSDM Polri mengumumkan hasil akhir seleksi Akademi Kepolisian 2026. Sebanyak 350 orang dinyatakan lolos, terdiri dari 320 calon taruna dan 30 calon taruni.

SSDM Polri merilis pengumuman secara resmi beberapa menit lalu melalui portal penerimaan terpadu. Para peserta langsung mengecek status kelulusan masing-masing. Lonjakan akses massal membuat sistem online sempat lambat.

Seleksi Berbasis Komputer dengan Soal Olimpiade

Tahun ini, SSDM Polri melakukan gebrakan. Seleksi Akademik menggunakan Computer Assisted Test (CAT) berstandar olimpiade. Panitia menaikkan tingkat kesulitan signifikan. Soal tidak lagi mengandalkan hafalan. Fokus pada penalaran logis, analisis kuantitatif, dan pemecahan masalah kompleks.

“Kami ingin menghasilkan perwira yang bukan hanya kuat fisik, tapi juga tajam dalam berpikir. Ini penyesuaian dengan tantangan kepolisian masa depan,” ujar seorang pejabat SSDM Polri yang enggan disebutkan namanya.

  • Durasi ujian: 120 menit nonstop
  • Jumlah soal: 100 butir — gabungan esai dan pilihan ganda
  • Penilaian: sistem otomatis berbasis AI, minim intervensi
  • Pengawas: tim independen dari universitas negeri
  • Lokasi: 12 titik di seluruh Indonesia

Sumber di internal menyebut soal matematika dan logika paling banyak menjatuhkan peserta. Banyak yang tidak menyelesaikan seluruh soal. Sebagian besar peserta mengeluhkan waktu 120 menit yang terlalu sempit.

“Standar olimpiade itu memang sulit. Kami prediksi hanya 8-10 persen yang bisa lolos. Ternyata tepat di angka 7 persen dari total pendaftar,” tambahnya.

Kuota dan Distribusi Wilayah

Total 350 kuota terbagi untuk 320 pria dan 30 wanita. Angka ini sesuai target awal SSDM Polri yang ingin memperbanyak proporsi taruni secara bertahap.

Distribusi geografis menunjukkan dominasi Pulau Jawa:

  • Jawa Timur: 87 peserta
  • Jawa Tengah: 62 peserta
  • Sumatera Utara: 41 peserta
  • Sulawesi Selatan: 28 peserta
  • DKI Jakarta: 23 peserta
  • Wilayah lainnya: 109 peserta

Perlu dicatat, Papua dan Papua Barat hanya meloloskan 3 orang. Rendahnya partisipasi menjadi sorotan. SSDM berjanji akan meningkatkan sosialisasi di wilayah timur tahun depan.

Tahapan Selanjutnya: Kesehatan dan Mental Ideologi

Para calon yang lolos belum aman. Mereka akan menghadapi dua tahap krusial: pemeriksaan kesehatan akhir dan tes mental ideologi. Dua tahap ini sering menjadi penyebab gugur.

“Jangan senang dulu. Masih ada pemeriksaan ketat. Kami tidak kompromi soal kesehatan dan integritas,” tegas perwira tersebut.

Panitia akan memulai pemeriksaan pekan depan. Peserta harus mempersiapkan kesehatan fisik dan mental. Polri merencanakan pelantikan pada September 2026 jika semua tahap terlewati.

Reaksi Peserta

Seorang peserta asal Surabaya yang lolos mengaku kaget. “Soal benar-benar sulit. Saya hanya yakin di 60 persen jawaban. Ternyata Allah berkehendak,” katanya melalui pesan singkat. Banyak peserta lain mengaku pasrah dengan hasil.

Sistem CAT baru ini akan menjadi standar untuk rekrutmen selanjutnya. SSDM Polri mengklaim ini langkah maju untuk mendapatkan kader terbaik.

UPDATE: SSDM menegaskan seluruh hasil bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat. Tidak ada mekanisme banding. Peserta harus mengecek pengumuman hanya melalui situs resmi penerimaan.polri.go.id untuk menghindari penipuan.

Informasi akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User