JAKARTA — Ratusan personel gabungan dari TNI dan Polri langsung dikerahkan ke kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, hanya berselang beberapa jam setelah pecah bentrokan yang menewaskan sedikitnya dua orang. Sedikitnya 200 petugas bersenjata lengkap kini berjaga di sepanjang jalan protokol tersebut.
Bentrokan maut itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, melibatkan dua kelompok pemuda yang diduga berseteru akibat konflik lahan parkir. Bentrokan berlangsung brutal menggunakan senjata tajam, mengakibatkan dua korban tewas di tempat dan lima lainnya luka parah. Para korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Pengerahan Personel Massal
Menanggapi eskalasi kekerasan itu, Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Kodam Jaya untuk menerjunkan 200 personel gabungan ke lokasi. Pasukan tiba di Jalan Tambak sekitar pukul 05.00 WIB dan segera memasang garis polisi serta pos pemeriksaan di ujung-ujung jalan. Komposisinya: 120 anggota Brimob, 40 prajurit TNI, dan sisanya polisi lalu lintas serta intel. Semua personel dibekali perlengkapan antihuru-hara.
Situasi di sekitar lahan parkir yang menjadi pusat bentrokan tampak mencekam. Beberapa bangunan semipermanen yang terbakar masih mengeluarkan asap. Petugas juga menyita puluhan senjata tajam, antara lain celurit, pedang pendek, dan gir motor yang dimodifikasi.
Ketakutan Warga dan Rekayasa Lalu Lintas
Warga sekitar mengaku tidak bisa tidur sepanjang malam akibat ketegangan. “Suara teriakan dan benturan terdengar jelas, lalu tiba-tiba banyak ambulans,” ujar seorang warga yang memilih tidak menyebut nama. Ia menambahkan bahwa ini bukan bentrokan pertama di kawasan itu, namun kali ini yang paling mengerikan karena ada korban jiwa.
Polisi mengimbau warga untuk tetap di dalam rumah dan menghindari titik rawan. Sementara itu, lalu lintas di Jalan Tambak dialihkan melalui Jalan Cikini dan sekitar Taman Suropati. Rekayasa lalu lintas akan berlaku setidaknya 24 jam ke depan sambil petugas terus menyisir pelaku yang melarikan diri. “Kami sudah mengantongi identitas provokatornya,” kata seorang perwira di lapangan.
Langkah Keamanan Berlapis
Selain personel di lapangan, dua unit kendaraan taktis (rantis) water cannon disiagakan di simpang Jalan Menteng Raya. Tiga anjing pelacak juga dikerahkan untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan peledak rakitan yang disembunyikan. Langkah ini diambil setelah intelijen menerima informasi bahwa salah satu kelompok berencana menyerang balik dalam 48 jam.
Para tersangka yang masih buron diidentifikasi sebagai anggota dua organisasi pemuda setempat yang telah lama bersitegang. Polisi menjamin keamanan warga menjelang akhir pekan dan memastikan tidak ada ruang bagi kelompok-kelompok tersebut untuk kembali memanas. “Kami akan tembak di tempat jika ada yang melawan petugas,” tegas pejabat lapangan yang sama.
Hingga siang ini, personel gabungan masih berjaga dengan sistem giliran. Belum ada tanda-tanda eskalasi baru meski suasana masih dirasakan tegang. Aparat berkomitmen memulihkan keamanan sepenuhnya sebelum malam hari.
Comments (0)