15 Saksi Diamankan Polisi Saat Geledah 12 Lokasi Korupsi
JAKARTA — Tim penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya mengamankan 15 orang saksi dalam operasi p
JAKARTA — Tim penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya mengamankan 15 orang saksi dalam operasi penggeledahan serentak di 12 titik lokasi, terkait dugaan korupsi suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di lingkungan salah satu kementerian. Langkah agresif ini menandai eskalasi penanganan kasus yang disebut-sebut merugikan negara hingga Rp1,2 triliun.
Operasi Terpadu di 12 Titik
Penggeledahan dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan berlangsung hingga malam hari, menyasar kantor dinas, rumah pribadi pejabat, serta perusahaan konsultan proyek di Jakarta, Bogor, dan Tangerang. Dari seluruh lokasi, penyidik menyita 27 dokumen kontrak, 14 unit perangkat elektronik, serta uang tunai senilai Rp6,8 miliar dalam mata uang rupiah dan dolar Singapura.
Kepala Kortastipidkor, Brigjen Pol. Andi Darmawan, mengonfirmasi bahwa 15 saksi yang diamankan terdiri dari pejabat eselon II dan III, staf keuangan, dan pengusaha rekanan proyek. “Mereka masih berstatus saksi dan kami lakukan pemeriksaan intensif. Jika ditemukan dua alat bukti, status bisa dinaikkan menjadi tersangka,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (15/7).
Skandal Proyek Infrastruktur
Kasus ini bermula dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan kejanggalan pada proyek pembangunan jalan dan jembatan senilai Rp3,7 triliun yang dikerjakan sejak 2023. Indikasi suap berupa aliran dana ke rekening pribadi pejabat serta gratifikasi kendaraan mewah dan perjalanan luar negeri menjadi fokus penyelidikan.
"Penyidik telah mengantongi bukti transfer mencurigakan ke beberapa rekening penampung. TPPU kami terapkan untuk menelusuri aset hasil tindak pidana korupsi, termasuk properti dan kendaraan yang sudah disita," tegas Andi.
Dari 12 lokasi yang digeledah, tiga di antaranya merupakan apartemen mewah di kawasan Sudirman yang diduga milik tersangka utama yang belum diumumkan. Polisi juga menemukan catatan pembukuan ganda yang menunjukkan markup hingga 40 persen dari nilai kontrak asli.
Langkah Lanjutan
Saat ini, tim penyidik tengah menganalisis barang bukti elektronik untuk melacak jaringan penerima dana. Polri juga menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna membekukan aset-aset yang terindikasi hasil korupsi.
Lima dari 15 saksi telah menjalani pemeriksaan maraton selama 12 jam, sementara saksi lainnya dijadwalkan diperiksa dalam waktu dekat. Publik kini menanti penetapan tersangka yang dijanjikan akan diumumkan dalam pekan ini.
KPK yang sebelumnya enggan berkomentar akhirnya menyatakan siap membantu jika diminta, meskipun kasus ini sepenuhnya ditangani Polri. Transparansi penanganan kasus ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum tindak pidana korupsi.
[TAGS]: Korupsi Polri, Kortastipidkor, Polda Metro Jaya, TPPU, Saksi Korupsi [SOCIAL_TWEET]: Polri guncang meja koruptor! 15 saksi diamankan setelah 12 lokasi digeledah serentak. Uang tunai Rp6,8 M disita, TPPU dipasang. Nama besar bakal mencuat pekan ini. #Kortastipidkor #Polri #Korupsi #TPPU [SOCIAL_FB]: Sikat habis! Polri akhirnya bergerak cepat dalam skandal korupsi proyek bernilai triliunan rupiah. 12 lokasi digeledah, 15 saksi diamankan. Siapa bos besarnya? Simak selengkapnya. [SOCIAL_TG]: 🚨 BREAKING: Polri amankan 15 saksi & sita uang Rp6,8 M di 12 lokasi terkait korupsi mega proyek. TPPU sudah diincar, aset dibekukan. Pengumuman tersangka tinggal hitungan hari! ⚖️💰 [SOCIAL_THREADS]: Pecah nih kayaknya… Polri lagi all out kejar koruptor proyek. 12 lokasi disisir, dokumen mark-up ketemu, uang tunai miliaran diamankan. Bentar lagi ada nama beken dijeblosin. Kita pantau terus ya bestie 👀⚡
Comments (0)