140 Ton Sampah Viral di Kedaung Kaliangke Disapu Bersih DLH DKI

JAKARTA — Tumpukan sampah raksasa yang menghebohkan media sosial akhirnya disapu bersih. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan pasukan kebersihan ke kawasan Kedaung Kaliangke, Cengkar...

Aug 08, 2026 - 10:21
0 0
140 Ton Sampah Viral di Kedaung Kaliangke Disapu Bersih DLH DKI

JAKARTA — Tumpukan sampah raksasa yang menghebohkan media sosial akhirnya disapu bersih. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan pasukan kebersihan ke kawasan Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat. Hasilnya mencengangkan: 140 ton sampah berhasil diangkut dari lokasi tersebut.

Operasi pembersihan digelar menyusul viralnya video dan foto gunungan sampah di kawasan itu. Warganet ramai-ramai menyoroti kondisi tersebut. Tekanan publik mendorong jajaran Pemprov DKI bergerak cepat.

Personel gabungan diterjunkan sejak pagi. Alat berat ikut disiagakan untuk mempercepat pengangkutan. Proses pembersihan berlangsung bertahap hingga lokasi dinyatakan bersih total.

Operasi Pembersihan Skala Besar

DLH DKI menurunkan personel kebersihan dalam jumlah besar. Armada truk sampah dikerahkan bolak-balik mengangkut tumpukan ke tempat pembuangan. Pekerjaan berlangsung hingga seluruh material sampah tuntas diangkut.

Angka 140 ton menunjukkan betapa parah penumpukan di titik itu. Volume tersebut setara puluhan rit truk pengangkut. Petugas lapangan bekerja ekstra keras menormalkan kembali kawasan Kedaung Kaliangke.

Dokumentasi resmi DLH DKI memperlihatkan kondisi sebelum dan sesudah pembersihan. Perbedaannya mencolok. Area yang semula dipenuhi gunungan sampah kini kembali bersih dan bisa dilalui warga.

Berawal dari Keluhan yang Viral

Kasus ini mencuat setelah unggahan warga menyebar di berbagai platform media sosial. Tumpukan sampah dilaporkan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Aroma tidak sedap dan pemandangan kumuh menjadi keluhan utama.

Dalam unggahan yang beredar, tampak sampah menggunung di tepi jalan. Warga yang melintas harus menutup hidung. Kendaraan pun melambat menghindari tumpukan.

Warganet mendesak pemerintah daerah turun tangan. Respons cepat DLH DKI pun menuai apresiasi. Banyak pengguna media sosial mengunggah ulang kabar pembersihan itu sebagai kabar baik.

Sampah Didominasi Material Rumah Tangga

Tumpukan di Kedaung Kaliangke diduga didominasi sampah rumah tangga. Plastik, sisa makanan, hingga barang bekas bercampur jadi satu. Kondisi itu memperparah bau dan mempercepat pembusukan.

Sebagian material diduga dibuang oleh oknum tidak bertanggung jawab. Mereka memanfaatkan lahan kosong sebagai tempat pembuangan ilegal. Praktik seperti ini kerap terjadi di sejumlah sudut kota.

Lokasi tumpukan juga berada tak jauh dari aliran Kali Angke. Sampah yang terbawa air hujan berisiko mencemari sungai. Pencemaran itu bisa berdampak hingga ke hilir.

Ancaman Kesehatan Mengintai

Tumpukan sampah dalam jumlah masif bukan sekadar masalah pemandangan. Material yang membusuk berpotensi menjadi sarang penyakit. Risiko diare, demam berdarah, hingga gangguan pernapasan mengintai warga sekitar.

Sampah yang dibiarkan juga berisiko menyumbat saluran air. Kondisi itu bisa memicu genangan saat hujan deras mengguyur. Apalagi kawasan Jakarta Barat termasuk wilayah yang rawan banjir.

Karena itu, penanganan cepat menjadi keharusan. DLH DKI mengonfirmasi seluruh tumpukan telah diangkut tuntas. Tidak ada sisa material yang dibiarkan menumpuk kembali di lokasi.

Beban Sampah Ibu Kota

Jakarta memproduksi sekitar 7.000 hingga 8.000 ton sampah setiap hari. Sebagian besar dibuang ke TPA Bantar Gebang di Bekasi. Beban pengelolaan sampah ibu kota memang sangat berat.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras soal persoalan sampah di ibu kota. Tanpa disiplin warga dan pengelolaan ketat, tumpukan liar mudah bermunculan. Sejumlah kasus serupa pernah terjadi di wilayah lain Jakarta.

Pemerintah kota berharap penanganan masalah kebersihan tidak harus selalu menunggu sorotan media sosial. Deteksi dini di tingkat wilayah menjadi kunci pencegahan.

Imbauan dan Pengawasan Diperketat

Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Perilaku buang sampah di luar jadwal dan titik yang ditentukan menjadi biang penumpukan. Kebiasaan itu harus dihentikan.

Warga diminta memanfaatkan layanan pengangkutan resmi. Sampah rumah tangga sebaiknya dikemas rapi dan diletakkan di titik kumpul. Kesadaran kolektif menjadi kunci menjaga kebersihan lingkungan.

Ketegasan terhadap pelanggar juga disorot. Pembuang sampah sembarangan dapat dikenai sanksi sesuai aturan daerah. Langkah itu diharapkan menimbulkan efek jera.

DLH DKI menegaskan pengawasan terhadap titik-titik rawan penumpukan akan diperkuat. Patroli kebersihan digencarkan di sejumlah kawasan. Tujuannya mencegah kasus serupa terulang.

Perangkat wilayah setingkat kelurahan dan kecamatan dilibatkan. Mereka diminta aktif memantau kondisi lingkungan masing-masing. Laporan warga menjadi senjata penting deteksi dini.

Masyarakat yang menemukan tumpukan sampah liar diimbau segera melapor. Kanal aduan resmi Pemprov DKI terbuka untuk menerima keluhan. Respons cepat dijanjikan untuk setiap laporan masuk.

DLH DKI menyatakan komitmen menjaga kebersihan kota. Namun upaya itu butuh dukungan penuh masyarakat. Kebersihan Jakarta adalah tanggung jawab bersama.

Hingga kini, kawasan Kedaung Kaliangke dilaporkan sudah kembali normal. Warga sekitar bisa bernapas lega. Pemantauan berkala tetap dilakukan agar tumpukan serupa tidak muncul lagi.

UPDATE: Pemantauan terakhir menunjukkan lokasi dalam kondisi bersih. Belum ada laporan penumpukan ulang. Warga diminta ikut menjaga agar kondisi ini tetap bertahan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User