140 Mahasiswa 13 Negara Ikuti Program Keberlanjutan UMN
TANGERANG – 140 mahasiswa dari 13 negara resmi mengikuti program imersi keberlanjutan di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ini menjadi partisipasi lintas negara terbesar dalam sejarah program ...
TANGERANG – 140 mahasiswa dari 13 negara resmi mengikuti program imersi keberlanjutan di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ini menjadi partisipasi lintas negara terbesar dalam sejarah program tahunan kampus tersebut.
Program bertajuk UMN Sustainability Immersion Program (SIP) 2026 itu berlangsung selama 12 hari. Peserta berasal dari kawasan Asia, Eropa, Afrika, dan Australia. Mereka mengikuti rangkaian aktivitas padat: lokakarya, kunjungan lapangan, diskusi panel, hingga proyek kolaboratif berbasis solusi.
Panggung Kolaborasi Global
Rektor UMN, Dr. Ninok Leksono, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan respons konkret terhadap krisis iklim. "Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung merancang solusi yang bisa diimplementasikan di komunitas," ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Peserta dibagi ke dalam kelompok multinasional. Setiap kelompok wajib merumuskan proyek keberlanjutan yang aplikatif untuk diuji di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Hasil proyek dipresentasikan kepada panel ahli dan pemangku kepentingan pada hari terakhir.
Dari Sampah Plastik ke Energi Terbarukan
Fokus materi mencakup ekonomi sirkular, energi terbarukan, konservasi air, dan urban farming. Salah satu peserta dari Jerman, Lena Meier, mengaku kagum dengan pendekatan lokal. "Belajar dari komunitas yang sudah menjalankan bank sampah skala RT sangat membuka mata," katanya.
Kunjungan lapangan meliputi instalasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif dan pusat pertanian vertikal di lahan sempit perkotaan. Mahasiswa juga terlibat langsung dalam penanaman mangrove di pesisir Tangerang.
Komitmen Jangka Panjang
Kepala Program Studi Teknik Lingkungan UMN, Dr. Maria Hardiyanti, menyatakan bahwa SIP tidak berhenti pada seremoni penutupan. "Kami membentuk jaringan alumni SIP sebagai wadah kolaborasi riset dan pertukaran praktik terbaik antarnegara," jelasnya.
Program ini juga didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan sejumlah lembaga internasional. Dukungan itu memperkuat posisi UMN sebagai hub pendidikan keberlanjutan yang menghubungkan akademisi, pemerintah, dan industri.
Hingga berita ini diturunkan, panitia melaporkan tingkat kepuasan peserta mencapai 94 persen. Sebagian besar peserta menyatakan minat untuk kembali terlibat dalam program lanjutan yang dijadwalkan pada semester depan. UMN menargetkan peningkatan kuota peserta hingga 200 mahasiswa pada edisi mendatang.
Comments (0)