13 Sekolah Negeri di Jakarta Kini Berstatus Heritage, Bangunannya Lebih Tua dari Indonesia
Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengonfirmasi sebanyak 13 sekolah negeri di ibu kota resmi menyandang status bangunan cagar budaya (heritage). Seluruh gedung sekolah tersebut berdiri sebelum Republik Ind...
Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengonfirmasi sebanyak 13 sekolah negeri di ibu kota resmi menyandang status bangunan cagar budaya (heritage). Seluruh gedung sekolah tersebut berdiri sebelum Republik Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Usia Bangunan Rata-Rata di Atas 100 Tahun
Berdasarkan data terbaru, kebanyakan sekolah yang masuk daftar heritage itu dibangun pada era kolonial Belanda, bahkan beberapa di antaranya telah beroperasi sejak akhir abad ke-19. Rentang tahun pembangunannya berkisar antara 1880 hingga awal 1940-an. Fakta ini menjadikan ruang-ruang kelas tersebut sebagai saksi bisu perjalanan pendidikan Tanah Air.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyebut penetapan status ini bukan sekadar pengakuan sejarah, melainkan juga mandat untuk menjaga orisinalitas arsitektur. "Kami sedang menyusun pedoman rehabilitasi khusus," ujarnya. Renovasi tidak boleh menghilangkan elemen asli seperti kusen kayu jati, lantai tegel kunci, atau ventilasi bovenlicht.
Enam Sekolah Ikonik Jadi Sorotan
Beberapa sekolah negeri yang masuk dalam daftar cagar budaya itu antara lain:
- SMAN 1 Jakarta (Jalan Budi Utomo) – sebelumnya bernama Koningin Wilhelmina School, dibangun pada 1880-an.
- SMAN 2 Jakarta (Jalan Diponegoro) – berdiri sejak 1918 dengan gaya arsitektur Indis.
- SMAN 3 Jakarta (Jalan Setiabudi) – dibangun pada 1930-an.
- SMKN 1 Jakarta (Jalan Budi Utomo) – bekas Ambachtschool van de Zuiderzee.
- SMPN 1 Jakarta (Jalan Cikini Raya) – memiliki fasad kolonial yang masih utuh.
- SDN 01 Menteng – salah satu sekolah dasar tertua di pusat kota.
Ketiga belas bangunan ini tersebar di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, merepresentasikan persebaran kawasan pemukiman Eropa pada masa lampau.
Tantangan Pemeliharaan di Tengah Kota Modern
Status heritage memang membanggakan, tetapi juga menuntut biaya pemeliharaan yang tinggi. Kerusakan akibat usia dan kelembapan tropis menjadi ancaman rutin. Plafon tinggi khas kolonial, misalnya, kerap menyimpan sarang tikus dan jalur kabel yang perlu diganti secara berkala. Namun, karena termasuk aset yang dilindungi, penggantian material harus melalui kajian Tim Ahli Cagar Budaya DKI.
Pihak dinas memastikan bahwa kegiatan belajar-mengajar di 13 sekolah itu tidak akan terganggu. "Justru lingkungan belajar yang bersejarah ini menjadi laboratorium hidup bagi siswa untuk mengenal warisan budaya," jelasnya. Pemerintah Provinsi DKI juga menyiapkan bantuan alokasi dana khusus untuk restorasi bertahap.
Penetapan ini melengkapi daftar panjang bangunan publik di Jakarta yang usianya melampaui usia republik. Seluruh data teknis dan foto dokumentasi saat ini telah dibuka untuk keperluan akademik. Para alumni dan pemerhati sejarah menyambut baik langkah pelindungan tersebut agar generasi mendatang masih bisa merasakan atmosfer sekolah tempo doeloe yang tak ternilai harganya.
Comments (0)