13 MoU Strategis Dihasilkan Kemenperin di INNOPROM 2026
JAKARTA — Sebanyak 13 nota kesepahaman strategis berhasil diteken Kementerian Perindustrian dalam ajang INNOPROM 2026. Capaian ini menegaskan langkah agresif pemerintah mengakselerasi daya saing ind...
JAKARTA — Sebanyak 13 nota kesepahaman strategis berhasil diteken Kementerian Perindustrian dalam ajang INNOPROM 2026. Capaian ini menegaskan langkah agresif pemerintah mengakselerasi daya saing industri nasional.
Delegasi Indonesia yang dipimpin langsung Menteri Perindustrian bergerak cepat memanfaatkan momentum pameran internasional tersebut. Hanya dalam empat hari, puluhan pertemuan bilateral dan diskusi panel menghasilkan kesepakatan yang menyasar seluruh rantai nilai manufaktur.
Fokus Tiga Sektor Andalan
Dari total 13 MoU yang disepakati, lima di antaranya dikhususkan untuk penguatan sektor manufaktur logam dan komponen otomotif. Kerja sama ini melibatkan mitra dari Rusia, Tiongkok, dan Uni Emirat Arab yang siap mentransfer teknologi produksi suku cadang alat berat serta kendaraan listrik.
"Ini bukan tentang menjual pasar, tetapi membangun kapasitas produksi di dalam negeri," ujar seorang pejabat Kemenperin yang enggan disebut namanya. Satu MoU bahkan mengatur pembangunan pabrik perakitan baterai lithium ferro-phosphate di Kawasan Industri Terpadu Batang.
Sektor alat kesehatan juga mendapat porsi signifikan. Dua nota kesepahaman lainnya difokuskan pada produksi ventilator portabel dan perangkat diagnostik berbasis kecerdasan buatan. Langkah ini disebut sebagai antisipasi kebutuhan darurat medis sekaligus mengurangi ketergantungan impor.
Investasi Hijau dan Energi Baru
Isu keberlanjutan mendominasi sisa kesepakatan. Empat MoU menyasar pembangunan pabrik panel surya, pusat riset material baterai, hingga fasilitas daur ulang limbah elektronik. Total nilai investasi yang dijanjikan dari seluruh kerja sama ini ditaksir mencapai Rp12,3 triliun dalam tiga tahun ke depan.
Menariknya, satu nota khusus bahkan mengatur pelatihan 1.000 tenaga kerja Indonesia di bidang instalasi dan perawatan sistem energi terbarukan. Program ini menjawab kebutuhan SDM terampil yang selama ini menjadi hambatan pengembangan industri hijau.
Digitalisasi dan Ekosistem Startup
Tak mau ketinggalan, Kemenperin menggandeng dua perusahaan teknologi global untuk membangun pusat inovasi digital di kawasan industri terpadu. Inkubator ini dirancang menelurkan minimal 50 startup manufaktur pada 2027, dengan fokus pada solusi Internet of Things (IoT) dan otomasi pabrik.
Gelaran INNOPROM 2026 di Jakarta International Expo diikuti lebih dari 200 peserta dari 15 negara. Selama pameran, Kemenperin memfasilitasi 70 pertemuan bisnis yang menghasilkan komitmen dagang lebih dari Rp2 triliun. Menteri Perindustrian dalam pidato penutupan menegaskan, "13 MoU ini adalah fondasi, bukan sekadar seremoni. Setiap butir akan kami kawal realisasinya."
Komite Percepatan Industri langsung memasukkan seluruh kesepakatan ke dalam radar pemantauan bulanan. Jika berjalan sesuai rencana, kontribusi sektor manufaktur terhadap produk domestik bruto diproyeksikan menembus 22 persen pada 2030, naik dari posisi saat ini yang berada di kisaran 19 persen.
Dengan fondasi yang baru saja diletakkan di INNOPROM, Indonesia kian percaya diri menyongsong era industri 5.0 sebagai pemain utama, bukan sekadar penonton.
Comments (0)