Ziarah ke Makam Dua Menteri, Rini Buka Rangkaian HUT KemenPAN-RB
BARU SAJA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengawali rangkaian Hari Ulang Tahun ke-67 kementeriannya dengan langkah penuh khidmat: ziarah ke ma...
BARU SAJA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengawali rangkaian Hari Ulang Tahun ke-67 kementeriannya dengan langkah penuh khidmat: ziarah ke makam dua mantan menteri yang telah tiada. Upacara penghormatan digelar pagi tadi di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, menandai pembukaan seremonial yang sarat makna.
Rini didampingi pejabat tinggi madya dan pratama KemenPAN-RB tiba tepat pukul 07.15 WIB. Mereka langsung menuju pusara almarhum Jenderal (Purn) Syafruddin Kambo dan almarhum Tjahjo Kumolo. Tabur bunga dan doa bersama menjadi pembuka sebelum Rini meletakkan karangan bunga di masing-masing makam.
Momen Refleksi Dini Hari
Dengan suara bergetar, Rini menyampaikan rasa hormat mendalam. Ia menegaskan dua sosok itu adalah fondasi reformasi birokrasi modern. "Mereka bukan sekadar nama di lembar sejarah. Mereka adalah arsitek sistem pelayanan publik yang kita nikmati hari ini," ucapnya.
Rini mengingat peran krusial Syafruddin dalam mempercepat digitalisasi birokrasi periode 2014–2019. Sementara Tjahjo Kumolo, yang wafat di tengah masa jabatan, dikenang sebagai pengawal netralitas ASN dan penyederhanaan struktur eselonisasi.
Fakta Kunci Ziarah
- Lokasi: TMP Kalibata, Jakarta Selatan
- Waktu: Selasa, 27 Juli 2026, pukul 07.15 WIB
- Peserta: Menteri PANRB, sekretaris kementerian, para deputi, dan staf ahli
- Sosok diziarahi: Syafruddin Kambo (Menteri PANRB 2014–2019) dan Tjahjo Kumolo (Menteri PANRB 2019–2022)
- Rangkaian acara: Tabur bunga, doa lintas agama, peletakan karangan bunga, refleksi tertutup
Kenangan Abadi Dua Arsitek Birokrasi
Syafruddin, mantan Wakapolri, dikenal memangkas ribuan regulasi tumpang tindih dan membangun sistem merit secara agresif. Di era kepemimpinannya, KemenPAN-RB meluncurkan program satu data kepegawaian nasional pertama. Sementara Tjahjo Kumolo menerobos batas dengan mengurangi eselon III–V dan menggantinya dengan jabatan fungsional berbasis kompetensi.
"Mereka mengajarkan bahwa birokrasi bukan tembok, melainkan jembatan. Tugas kami melanjutkan, bukan sekadar mengenang," tegas Rini dalam sesi tanya jawab singkat usai acara. Ia juga menambahkan bahwa sepanjang Juli ini seluruh Aparatur Sipil Negara di kementeriannya diinstruksikan untuk menyisihkan waktu berkontemplasi atas nilai-nilai pengabdian.
HUT Ke-67: Spirit Perbaikan Berkelanjutan
KemenPAN-RB tahun ini mengusung tema “ASN Melayani Tanpa Henti, Birokrasi Melangkah Pasti.” Ziarah menjadi simbol bahwa perayaan tidak hanya milik yang masih berdiri, tetapi juga para arsitek yang telah pergi. Rini menegaskan agenda besar menanti: penyempurnaan manajemen talenta nasional dan percepatan transformasi pelayanan publik berbasis kecerdasan buatan.
Rangkaian HUT ke-67 akan berlanjut dengan seminar internasional reformasi birokrasi pada 29–30 Juli, diikuti peluncuran portal layanan publik terintegrasi pada puncak acara 1 Agustus. Namun, pagi ini, seluruh jajaran memilih diam sejenak di antara pusara. "Sebelum bergerak cepat, kita perlu pulang ke akar. Inilah akar kami," pungkas Rini.
UPDATE 09.45 WIB: Protokol keamanan ketat masih terpasang di TMP Kalibata. Kunjungan terbatas untuk keluarga dan undangan resmi. KemenPAN-RB membuka kanal streaming refleksi pukul 10.00 WIB bagi publik.
Comments (0)