Yusril Wanti-wanti Sayembara Begal Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Ada Korban

BREAKING UPDATE — Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Yusril Ihza Mahendra menitipkan pesan keras menanggapi sayembara penangkapan begal yang baru saja digulirkan Gubernur Jawa Barat De...

Jul 28, 2026 - 03:26
0 0
Yusril Wanti-wanti Sayembara Begal Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Ada Korban

BREAKING UPDATE — Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Yusril Ihza Mahendra menitipkan pesan keras menanggapi sayembara penangkapan begal yang baru saja digulirkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia memperingatkan seluruh pihak agar operasi warga itu tidak berujung aksi anarkis yang menewaskan pelaku.

Pernyataan Menko Polhukam tersebut dilontarkan beberapa menit lalu melalui konferensi pers virtual, merespons langkah Dedi Mulyadi yang menawarkan imbalan bagi masyarakat yang berhasil menciduk begal di wilayahnya. Yusril mengapresiasi semangat memberantas kejahatan, namun menegaskan bahwa penegakan hukum mesti tetap dalam koridor resmi.

Mekanisme Hukum Tak Boleh Dikesampingkan

Yusril menekankan, titik paling krusial adalah memastikan penangkapan tidak disertai kekerasan massa. “Jangan sampai pelaku begal tewas digebuki atau dihakimi di jalan. Jika itu terjadi, yang semula niat baik malah berubah menjadi pelanggaran hukum serius,” tegasnya. Ia meminta warga yang berhasil mengamankan pelaku segera menyerahkannya ke kantor polisi terdekat.

Data yang dihimpun detik ini juga, modus begal di Jawa Barat meningkat dalam dua pekan terakhir. Beberapa korban dilaporkan mengalami luka berat. Sayembara Dedi Mulyadi pun menyulut respon cepat dari berbagai kalangan, termasuk pengamat hukum yang menilai inisiatif tersebut berpotensi memicu tindakan main hakim sendiri.

Koordinasi dan Siaga Aparat

Menko Polhukam juga meminta Polda Jawa Barat memperkuat patroli dan koordinasi dengan pemerintah provinsi. “Polisi harus siaga, jangan sampai ada kekosongan penegakan hukum yang membuat warga merasa perlu mengambil tindakan sendiri,” ujar Yusril. Ia menegaskan, negara memiliki sistem peradilan pidana yang harus dihormati, bahkan terhadap pelaku kejahatan sekalipun.

  • Evakuasi pelaku: warga diminta langsung menghubungi 110 jika berhasil membekuk begal.
  • Darurat kekerasan: tindakan pengeroyokan yang menyebabkan kematian bisa dikenai pasal pembunuhan.
  • Perkembangan terbaru: Gubernur Dedi Mulyadi dikonfirmasi akan mengevaluasi teknis sayembara bersama jajaran kepolisian.

Saksi mata di lapangan melaporkan, pengumuman sayembara telah memicu antusiasme warga. Namun Yusril mengingatkan, emosi kolektif jangan sampai mengaburkan batas antara penegakan hukum dan tindakan kriminal balasan. “Sekali lagi, hindari korban jiwa. Itu harga yang terlalu mahal untuk sebuah sayembara,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User