Sep 17, 2026
Papua

WWF Jayapura Latih 14 Sekolah Adiwiyata Tekan Sampah Makanan

SENTANI, Beritatercepat.com — Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia Program Papua memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dengan menyelengg

WWF Jayapura Latih 14 Sekolah Adiwiyata Tekan Sampah Makanan

SENTANI, Beritatercepat.com — Yayasan World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia Program Papua memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dengan menyelenggarakan program Training of Trainer (ToT) bagi para tenaga pendidik. Pelatihan ini memfokuskan perhatian pada edukasi pengelolaan sampah dan upaya konkret menekan volume sisa pangan di lingkungan pendidikan dasar hingga menengah.

Pelatihan bertajuk edukasi lingkungan berkelanjutan ini melibatkan perwakilan dari 14 sekolah Adiwiyata yang tersebar di wilayah Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Agenda berlangsung di aula Kantor WWF Indonesia, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Kronologi dan Rangkaian Pelatihan di Sentani

Kegiatan peningkatan kapasitas guru ini dirancang secara sistematis guna menghasilkan dampak langsung terhadap pola hidup bersih di sekolah. Berikut tahapan utama jalannya program edukasi tersebut:

  1. Sesi Pemaparan Masalah Sampah Pangan: Pemateri memaparkan data mengenai lonjakan timbulan sampah organik dan dampak ekologis dari sisa makanan yang terbuang sia-sia.
  2. Pendalaman Indikator Sekolah Adiwiyata: Pembahasan instrumen evaluasi Adiwiyata, terutama terkait manajemen pemilahan sampah organik dan anorganik di sekolah.
  3. Simulasi Modul Pembelajaran Interaktif: Para guru dibekali metode pengajaran kreatif agar siswa terbiasa menghabiskan porsi makan dan memilah sampah secara mandiri.

Melalui pembekalan tersebut, para guru diposisikan sebagai agen perubahan yang akan mentransfer pemahaman ekologis kepada seluruh warga sekolah.

“Guru-guru yang mengikuti kegiatan hari ini perlu mendorong setiap sekolah Adiwiyata. Ini bagian dari mendorong capaian serta indikator-indikator pada sekolah Adiwiyata,” ujar Ros Weyai, Youth & Education Sustainable Development Officer WWF Indonesia Program Papua.

Fokus Utama: Reduksi Sisa Pangan dan Capaian Adiwiyata

Selama ini, pemahaman tentang sampah di lingkungan sekolah kerap terbatas pada material plastik dan kertas. WWF Indonesia menyoroti urgensi penanganan sampah pangan yang belum disadari secara luas oleh institusi pendidikan.

Ros Weyai menegaskan bahwa salah satu tolok ukur penting keberhasilan sekolah Adiwiyata adalah kematangan sistem pengelolaan limbah secara menyeluruh. Pengendalian sampah makanan harus dimulai dari perubahan perilaku sehari-hari.

  • Pemaksimalan Bahan Makanan: Mendorong kantin dan penyedia konsumsi sekolah untuk mengolah bahan pangan secara efisien tanpa menyisakan banyak limbah.
  • Internalisasi Karakter Bijak Pangan: Menanamkan pemahaman moral kepada peserta didik bahwa membuang makanan berdampak buruk pada krisis iklim.
  • Pemisahan Sampah dari Sumbernya: Menyediakan sarana pemilahan sampah organik basah agar dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.
“Kami merasa ketika anak-anak sudah membuang sampah pada tempat yang sudah disiapkan, itu sudah sangat bersyukur. Artinya, mereka ada usaha agar lingkungan tetap aman. Namun, pengenalan sampah berupa sisa pangan ini perlu dikawal dan diedukasikan terus ke anak-anak,” imbuh Ros.

Membangun Budaya Ramah Lingkungan Berkelanjutan

WWF Indonesia berharap kemitraan dengan 14 sekolah binaan ini melahirkan aksi nyata yang terukur. Upaya menekan sampah pangan diyakini mampu menciptakan ekosistem sekolah yang tidak hanya berwawasan hijau di atas kertas, melainkan tercermin dalam pola konsumsi dan kebiasaan harian seluruh siswa di Jayapura.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User