Sep 17, 2026
Hukum

Warga Carita Gelar Tradisi Larung Kerbau untuk Jurnalis Hilang

Memasuki hari ketujuh pencarian rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang di Perairan Selat Sunda, masyarakat pesisir Carita, Kabupaten Pandeglang, Provins

Warga Carita Gelar Tradisi Larung Kerbau untuk Jurnalis Hilang

Memasuki hari ketujuh pencarian rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang di Perairan Selat Sunda, masyarakat pesisir Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, mengambil langkah spiritual dengan menggelar tradisi **Larung Kerbau** di tengah laut. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk doa bersama dan ikhtiar adat demi memberikan kemudahan bagi tim pencari serta berharap ada keajaiban atas keselamatan para korban.

Prosesi larung sesaji yang melibatkan pemuka adat dan belasan nelayan setempat ini berlangsung khidmat sejak pagi hari. Berlayar menggunakan beberapa perahu motor menuju titik perkiraan hilangnya kapal yang membawa rombongan wartawan tersebut, warga melepaskan kepala kerbau yang telah dihiasi kain putih ke lepas pantai Selat Sunda.

Ikhtiar Adat dan Doa Bersama di Tengah Laut

Bagi warga lokal Carita, tradisi *Larung Kerbau* bukan sekadar ritual kebudayaan tahunan, melainkan juga sebuah mekanisme spiritual saat menghadapi musibah besar di laut. Masyarakat meyakini bahwa menghormati alam dan memohon pertolongan Sang Pencipta melalui sarana adat dapat membukakan jalan kemudahan dalam proses pencarian korban musibah laut.

"Kami berikhtiar secara lahiriah dan batiniah. Tim SAR gabungan sudah bekerja keras selama sepekan di laut, maka kami warga pesisir memberikan dorongan doa dan tradisi leluhur agar titik terang keberadaan para jurnalis bisa segera ditemukan," ungkap Abah Samani, salah satu tokoh masyarakat pesisir Carita.

Selama prosesi pembuangan sesaji, lantunan doa dan salawat berkumandang di atas perahu nelayan. Warga berharap gelombang laut Selat Sunda menjadi bersahabat sehingga memudahkan pencarian yang dilakukan oleh tim penyelamat.

Operasi SAR Gabungan Capai Hari Ketujuh

Pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas liputan di perairan Selat Sunda kini memasuki fase krusial. Berdasarkan regulasi pencarian dan pertolongan (SAR), hari ketujuh merupakan batas standar evaluasi operasi sebelum menentukan langkah perpanjangan atau penutupan operasi.

Sejak hari pertama musibah dilaporkan, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, dan relawan telah mengerahkan berbagai sumber daya operasional:

  • Armada Kapal Patroli: Penyisiran intensif menggunakan perahu karet RIB, kapal patroli Polairud, serta kapal penyelamat Basarnas.
  • Penyisiran Udara: Penggunaan helikopter pencari untuk memantau visual kawasan Selat Sunda dari ketinggian.
  • Pelibatan Nelayan Lokal: Meminta bantuan ratusan perahu nelayan tradisional yang sangat memahami pola arus dan angin laut setempat.

Harapan Keluarga dan Rekan Sejawat

Hilangnya rombongan jurnalis ini menuai keprihatinan mendalam dari berbagai komunitas media dan organisasi pers di tanah air. Doa dan dukungan terus mengalir dari rekan-rekan sesama wartawan yang berharap seluruh anggota rombongan dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

"Setiap detik sangat berharga bagi kami. Kami mengapresiasi tinggi kepedulian warga Carita yang menggelar tradisi Larung Kerbau ini. Sinergi antara kearifan lokal dan keahlian tim SAR sangat berarti bagi pihak keluarga korban," ujar salah satu perwakilan ikatan jurnalis setempat.

Kondisi cuaca dan gelombang tinggi di perairan Selat Sunda selama beberapa hari terakhir memang menjadi tantangan berat bagi tim penyelamat. Meski demikian, warga pesisir bersama otoritas keselamatan berkomitmen untuk terus menyisir area perairan hingga ada kepastian mengenai keberadaan para jurnalis tersebut. Semangat kebersamaan antara kearifan lokal dan tugas kemanusiaan ini diharapkan segera membawa kabar baik di tengah ketidakpastian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User