Warga Bojonegara Blokade Jalan, Desak Pelebaran Bojonegara-Puloampel Dikebut
BARU SAJA – Akses utama di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, lumpuh seketika setelah puluhan warga menggelar blokade jalan secara spontan pada Senin sore. Mereka menolak beranjak sebel...
BARU SAJA – Akses utama di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, lumpuh seketika setelah puluhan warga menggelar blokade jalan secara spontan pada Senin sore. Mereka menolak beranjak sebelum ada kepastian percepatan proyek pelebaran Jalan Bojonegara-Puloampel yang dinilai mangkrak.
Kronologi Penutupan
Massa mulai berkumpul sejak pukul 14.00 WIB dengan membawa spanduk dan bambu. Mereka menutup total badan jalan menggunakan ban bekas dan balok kayu, menghentikan seluruh kendaraan dari dua arah. Aksi berlangsung panas karena warga menolak mediasi awal dari pihak kecamatan yang datang ke lokasi.
- Warga memblokade penuh kedua jalur sekitar pukul 14.30 WIB
- Kendaraan roda empat dan truk dipaksa putar balik
- Kemacetan mengular hingga 2 kilometer
Tuntutan Warga
Warga menegaskan hanya akan membuka akses jika ada komitmen tertulis dari Dinas Pekerjaan Umum untuk memulai pengerjaan fisik dalam waktu dekat. Mereka mengeluhkan kondisi jalan eksisting yang hanya selebar 4 meter, tidak mampu menampung volume kendaraan berat dari kawasan industri sekitar.
“Setiap hari kami terancam, pejalan kaki berdesakan dengan truk tronton. Janji pelebaran sudah lima tahun hanya wacana,” ujar salah satu orator di tengah massa.
Dampak Lalu Lintas
Penutupan ini memicu kekacauan arus di simpang Bojonegara. Ratusan pengendara dialihkan melewati jalur alternatif Cilegon–Merak yang sempit. Evakuasi kendaraan prioritas pun tersendat karena akses darurat ikut tertutup.
Petugas gabungan dari Polres Serang dan TNI dikerahkan untuk mengamankan lokasi. Namun, upaya pembukaan jalan dihindari demi menghindari bentrokan dengan warga yang terus bertambah.
Negosiasi dan Akhir Aksi
Setelah tiga jam negosiasi alot, perwakilan warga menerima tawaran audiensi langsung dengan kepala dinas terkait pada esok hari. Massa pun membubarkan diri dengan damai dan arus lalu lintas kembali normal sekitar pukul 18.00 WIB. Warga mengultimatum akan kembali beraksi jika pertemuan itu berakhir tanpa jadwal pasti pelebaran.
Proyek Jalan Bojonegara-Puloampel tercatat dalam program prioritas daerah sejak 2024 namun terus tertunda karena anggaran yang disebut tersendat di tahap lelang. Insiden siang ini menjadi peringatan keras bahwa kesabaran warga sudah mencapai batasnya.
Comments (0)